Breaking News

Audio Reader
Speed:

Harapan Ketahanan Pangan di Desa Tenangan Dipertanyakan, Warga Minta Transparansi Dana Desa


Seluma, wartaindonesianews.co.id – (27/02/2026) Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Desa Tenangan, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, kini menjadi sorotan masyarakat.

Sejumlah warga mempertanyakan pengelolaan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan memunculkan berbagai tanda tanya di tengah masyarakat.

Isu ini mencuat setelah beredarnya desas-desus terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2025 tersebut. Beberapa awak media pun turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelusuran dan klarifikasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, program ketahanan pangan Desa Tenangan meliputi pembelian kambing beserta pembangunan kandang dengan total anggaran Rp132.817.000, serta kegiatan penanaman jagung yang menelan dana Rp25.790.000.

Dalam realisasinya, pembelian kambing tercatat sebanyak 41 ekor dengan harga Rp1.700.000 per ekor. Namun, saat ini jumlah kambing yang tersisa dilaporkan tinggal 28 ekor.

Sebanyak 13 ekor disebut mati karena sakit. Kondisi ini memunculkan pertanyaan warga terkait perawatan dan pengelolaan ternak tersebut.

Selain itu, program penanaman jagung juga menjadi perhatian. Lahan yang ditanami disebut tidak mencapai setengah hektare, sementara anggaran yang digunakan hampir Rp26 juta.
 

Berdasarkan pantauan di lokasi, tanaman jagung terlihat kurang subur dan berbuah kecil, sehingga menimbulkan kesan kurangnya perawatan maksimal.

Sopian, salah satu tokoh masyarakat Desa Tenangan, berharap adanya audit dari pihak terkait untuk memastikan penggunaan Dana Desa berjalan sesuai aturan. Ia juga meminta agar pengelolaan dana, termasuk Dana BUMDes, dilakukan secara terbuka.
“Kami hanya ingin kejelasan dan transparansi. Supaya masyarakat tahu bagaimana dana desa ini digunakan,” ujar Sopian.
Sementara itu, Kepala Desa Tenangan, Rudi Hartono, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa 20 persen dari anggaran Dana Desa untuk ketahanan pangan telah diserahkan sepenuhnya kepada pengurus BUMDes untuk dikelola.

Ketua BUMDes Desa Tenangan, Peri, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana, mulai dari pembelian kambing, pembangunan kandang, hingga penanaman jagung. Terkait berkurangnya jumlah kambing, ia menjelaskan bahwa 13 ekor mati akibat sakit.
“Dari 41 ekor, yang mati 13 ekor karena sakit. Sekarang masih tersisa 28 ekor,” jelas Peri kepada awak media.
Hingga kini, masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar program ketahanan pangan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga benar-benar memberi manfaat nyata. Transparansi dan pengawasan dinilai menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa tetap terjaga.

Pewarta: Marzuki

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close