Breaking News

AI READY

Langkah Kecil Lukas di Atas Jalan Baru Cikuya


Brebes, wartaindonesianews.co.id - Deru mesin molen dan kesibukan para prajurit TNI di Desa Cikuya menjadi latar belakang sebuah pemandangan yang menyejukkan hati. Di antara hamparan semen yang mulai mengeras, nampak Ibu Iya (46) berjalan perlahan sembari menuntun cucu mungilnya, Lukas yang baru menginjak usia empat tahun.

Bagi Ibu Iya, jalan yang sedang dibangun oleh Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes ini bukan sekadar urusan infrastruktur atau pengecoran beton biasa. Baginya, ini adalah simbol kemerdekaan dari lelah yang berkepanjangan.

Harapan yang Melaju di Atas Roda

Selama bertahun-tahun, Ibu Iya harus bergelut dengan tanah becek dan akses yang sulit setiap kali menuju sawah. Namun hari itu, saat berpapasan dengan Koptu Agus Suryatno, binar matanya menceritakan masa depan yang lebih ringan.
"Alhamdulillah, Pak. Nanti kalau sudah jadi, saya tidak perlu berjalan kaki lagi ke sawah. Cukup naik motor, semua jadi lebih cepat," ungkapnya dengan senyum yang tulus.
Kalimat sederhana itu adalah bukti nyata bahwa pembangunan ini menyentuh urat nadi kehidupan petani lokal. Efisiensi waktu dan tenaga bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang mengeras di bawah kaki mereka.

Cita-cita dalam Bingkai Foto


Namun, momen paling menyentuh justru datang dari si kecil Lukas. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, mata bocah itu tak lepas dari sosok-sosok berseragam loreng yang bekerja dengan sigap. Ada kekaguman yang polos terpancar dari wajahnya.

Dengan sedikit malu-malu, Ibu Iya menyampaikan keinginan sederhana sang cucu: ingin berfoto bersama sang tentara.

Koptu Agus pun menyambut permintaan itu dengan tawa hangat. Di sela-sela peluh pengerjaan jalan, ia merangkul Lukas untuk berpose sejenak. Foto itu mungkin hanya sekadar dokumentasi bagi orang lain, namun bagi Lukas, itu bisa jadi adalah benih cita-cita yang tertanam di hatinya untuk menjadi penjaga negeri di masa depan.

Lebih dari Sekadar Semen dan Beton

Interaksi ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Satgas bahwa tugas mereka melampaui urusan teknis pembangunan jalan. Seperti yang disampaikan Koptu Agus, setiap tetes keringat mereka adalah untuk:


Membangun Harapan: Memberikan akses yang layak bagi para pejuang pangan seperti Ibu Iya. Menjalin Kedekatan: Membuktikan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat.

Mengukir Senyum: Memberikan kebahagiaan bagi generasi mendatang seperti Lukas. Jalan di Cikuya ini memang belum sepenuhnya rampung, namun harapan-harapan baru sudah mulai tumbuh subur di sepanjang jalurnya

Pewarta Nur S

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close