Hasil penelusuran di lapangan pada Kamis malam (19/2/2026) memperlihatkan aktivitas mencurigakan. Sejumlah pembeli datang silih berganti, namun bukan untuk mencari lipstik atau skincare. Mereka disebut-sebut menanyakan “pil penenang” yang jelas bukan komoditas resmi toko kosmetik.
Warga sekitar mengaku resah. Mereka menilai peredaran obat keras ilegal itu kian terbuka dan menyasar generasi muda.
“Anak-anak muda sering terlihat keluar-masuk. Kami khawatir ini merusak masa depan mereka. Sudah beberapa kali dikeluhkan, tapi seperti tak ada perubahan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Nama “Ojan” Disebut, Aparat Diminta Bertindak Profesional
Di tengah keresahan itu, muncul nama seorang pria yang dikenal dengan sebutan “Ojan”. Ia disebut-sebut warga sebagai sosok yang diduga berada di balik jaringan distribusi obat keras ilegal tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait sosok yang dimaksud. Redaksi menegaskan bahwa penyebutan nama tersebut merupakan bagian dari informasi warga dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sorotan publik kini mengarah ke Polres Metro Jakarta Barat serta Polda Metro Jaya. Warga mempertanyakan konsistensi penindakan, terlebih beberapa toko yang sebelumnya dikabarkan pernah dirazia disebut kembali beroperasi.
Pola “buka-tutup” toko ini memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Mereka berharap penegakan hukum tidak berhenti pada level penjual kecil, melainkan menyasar rantai distribusi hingga ke pemasok utama.
Payung Hukum dan Tuntutan Transparansi
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peredaran dan penyalahgunaan obat keras tanpa izin merupakan pelanggaran serius yang dapat dikenai sanksi pidana. Karena itu, masyarakat menilai penanganan kasus semacam ini harus dilakukan secara komprehensif dan transparan.
Warga Kali Anyar menyampaikan tiga harapan utama kepada aparat dan instansi terkait, termasuk BPOM DKI Jakarta:
Sidak menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya sesaat setelah sorotan publik muncul.
Pengusutan tuntas jaringan distribusi, hingga ke pemasok utama.
Transparansi proses hukum, agar masyarakat mengetahui perkembangan kasus secara jelas.
Masa Depan Generasi di Ujung Taruhan
Tambora dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan dinamika sosial tinggi. Di tengah keterbatasan ruang dan tekanan ekonomi, generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan obat keras.
Warga berharap aparat hadir bukan sekadar melakukan razia simbolis, melainkan memastikan lingkungan mereka benar-benar bersih dari peredaran obat ilegal. Kepercayaan publik, menurut mereka, hanya bisa dipulihkan lewat tindakan nyata dan konsisten.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak kepolisian dan instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi. Prinsip keberimbangan dan akurasi tetap menjadi komitmen dalam mengawal isu yang menyangkut masa depan generasi muda ini.
(Redaksi/Tim)

Social Footer