JAKARTA, BOGOR , WINews -- Upaya membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap bahaya narkotika terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan lapangan yang diikuti para Duta Barisan Relawan Anti Narkotika (BRAIN) BNN bersama jajaran pengurus Battra SN dan relawan BNN dengan mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido di Bogor serta Museum BNN RI di Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari program pembinaan enam bulan yang dirancang untuk mencetak kader muda berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta siap menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

Pembinaan Karakter dan Ketahanan Diri Jadi Fokus Utama

Program pembinaan yang dijalani para Duta BRAIN BNN tidak hanya berfokus pada pemahaman bahaya narkotika, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan mengenali potensi diri.

Sebelum mengikuti kunjungan lapangan, para peserta telah mendapatkan berbagai materi pembinaan, termasuk konsep Blueprint Diri, yaitu metode pengenalan karakter, potensi, nilai kehidupan, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri tanpa mudah terpengaruh tekanan lingkungan maupun ajakan negatif.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat ancaman penyalahgunaan narkotika saat ini tidak hanya menyasar kelompok rentan, tetapi juga generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri.

Melalui pembinaan yang terstruktur, para peserta diharapkan memiliki ketahanan mental yang kuat sehingga mampu menjadi teladan sekaligus penggerak kampanye hidup sehat dan bebas narkoba.

Melihat Langsung Dampak Narkoba di Balai Rehabilitasi BNN Lido

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel dan briefing pada pukul 07.00 WIB yang dipimpin jajaran pengurus Battra SN bersama relawan BNN.

Dalam pengarahan tersebut, para Duta BRAIN BNN kembali diingatkan mengenai tanggung jawab moral mereka sebagai representasi generasi muda yang aktif menyuarakan gerakan anti narkotika di berbagai lingkungan sosial.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan tiba di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses rehabilitasi yang dijalani para korban penyalahgunaan narkotika.

Kunjungan ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Para peserta dapat menyaksikan secara nyata bagaimana narkoba mampu menghancurkan kesehatan, hubungan keluarga, masa depan pendidikan, hingga produktivitas seseorang.

Selain mendapatkan penjelasan mengenai metode rehabilitasi yang diterapkan, peserta juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya dukungan keluarga, masyarakat, dan negara dalam membantu para penyintas penyalahgunaan narkotika untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif.

Momen tersebut menjadi sarana edukasi yang kuat karena memberikan perspektif nyata mengenai konsekuensi dari penyalahgunaan zat adiktif yang selama ini hanya dipahami melalui teori dan literatur.

Diskusi Reflektif Bangun Kesadaran Sosial

Usai mengikuti kegiatan di Lido, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta Timur.

Dalam perjalanan, pengurus Battra SN mengadakan sesi diskusi reflektif yang bertujuan menggali pemahaman peserta setelah menyaksikan langsung proses rehabilitasi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan dan pengalaman yang disampaikan para peserta. Mereka mengungkapkan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga lingkungan pergaulan, memperkuat prinsip hidup, serta meningkatkan kepedulian terhadap teman sebaya yang berpotensi terpapar penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan reflektif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan kemandirian dalam mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan sosial yang sering dihadapi generasi muda.

Mengenal Sejarah Perjuangan Melawan Narkoba di Museum BNN RI

Perjalanan edukatif kemudian berlanjut ke Museum BNN RI di kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada pukul 15.00 WIB.

Di museum tersebut, para Duta BRAIN BNN mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Melalui berbagai diorama, dokumentasi sejarah, arsip penindakan, hingga materi edukasi interaktif, peserta diajak memahami bagaimana narkotika telah menjadi ancaman serius yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan keamanan nasional.

Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.

Pemahaman tersebut semakin memperkuat peran para Duta BRAIN BNN sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan edukasi dan membangun kesadaran kolektif di lingkungan masing-masing.

Battra SN Optimistis Lahirkan Agen Perubahan Berkualitas

Ketua Umum Battra SN, Novita Gosal, menjelaskan bahwa kunjungan edukatif ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter para Duta BRAIN BNN.

Menurutnya, pengalaman lapangan memberikan dampak yang jauh lebih mendalam dibandingkan pembelajaran teoritis karena peserta dapat melihat langsung realitas yang terjadi akibat penyalahgunaan narkotika.

“Setelah menjalani pembinaan selama enam bulan melalui berbagai program pelatihan, edukasi public speaking, Blueprint Diri, bimbingan teknis, dan pengembangan kapasitas lainnya, para peserta diharapkan siap menjadi duta sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Novita menambahkan bahwa para peserta juga berkesempatan berdiskusi dan berfoto bersama drg. Mario Leonid Supusepa selaku Kepala Bagian Umum Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido serta Jeffry R. Tuapattimain.

Sementara itu, di Museum BNN RI, rombongan disambut oleh Pembina Duta BRAIN BNN, Hendrajit Putut Widagdo yang memberikan penguatan mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika.

Investasi Sosial untuk Masa Depan Indonesia

Program pembinaan Duta BRAIN BNN dinilai sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berintegritas.

Di tengah meningkatnya tantangan penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan perubahan pola pergaulan, keberadaan kader muda yang memiliki wawasan, karakter kuat, dan kemampuan komunikasi menjadi sangat penting.

Melalui pembinaan berkelanjutan, edukasi lapangan, serta penguatan nilai-nilai kepemimpinan, para Duta BRAIN BNN diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan pencegahan narkoba di sekolah, kampus, komunitas, dan lingkungan masyarakat.

Lebih dari sekadar program edukasi, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Haris Pranatha, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.

Editor: WINews Redaksi Nasional