BANJARNEGARA, WINews - ( 23/06/2026) Monumen Bendungan Sudirman (MBS) yang berada di Desa Tapen, Kabupaten Banjarnegara, terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Bahkan, banyak pengunjung menilai MBS sebagai objek wisata terbaik kedua di Banjarnegara setelah kawasan wisata Dieng yang telah lebih dahulu dikenal secara nasional.
Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, MBS menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam, suasana yang nyaman, serta berbagai wahana rekreasi keluarga yang semakin lengkap. Tak heran jika destinasi ini kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, baik pada akhir pekan maupun hari libur nasional.
Menikmati Panorama Alam yang Memukau
Terletak di kawasan yang menghadap langsung ke keindahan Bendungan Jenderal Sudirman, MBS menyuguhkan panorama alam yang memanjakan mata. Pengunjung dapat menikmati udara sejuk, hamparan perbukitan hijau, serta pemandangan matahari terbit yang menakjubkan pada pagi hari.
Objek wisata ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Banyak wisatawan sengaja datang sejak subuh untuk menyaksikan sunrise yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.
Selain pemandangan alam yang eksotis, pengelola juga menyediakan puluhan gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat, bersantai, atau menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Dikelola BUMDes Pantra Tapan, Berkembang Pesat dalam Dua Tahun
Manager Lapangan MBS menjelaskan bahwa kawasan wisata tersebut saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pantra Tapan Desa Tapen. Kecamatan Wanadadi, Sebelum dikelola BUMDes, lokasi tersebut sempat menjadi objek wisata namun mengalami masa vakum akibat kurang optimalnya pengelolaan.
“Ketika mulai dikelola BUMDes Pantra Tapan, modal awal yang digunakan hanya sekitar Rp100 juta. Berkat keseriusan pengurus dan Direktur BUMDes dalam mengembangkan destinasi ini, MBS mampu tumbuh sangat cepat dalam waktu kurang dari dua tahun,” ungkapnya.
Saat ini, sejumlah wahana permainan telah dibangun untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata. Bahkan, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tercatat telah beberapa kali berkunjung ke lokasi tersebut.
Harga Tiket Murah, Cocok untuk Semua Kalangan
Salah satu faktor yang membuat MBS semakin diminati adalah biaya masuk yang sangat ekonomis. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp2.000 per orang.
Sementara itu, biaya parkir kendaraan juga tergolong murah, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Dengan biaya yang relatif rendah, wisatawan dapat menikmati berbagai fasilitas dan keindahan alam yang tersedia.

Kondisi tersebut menjadikan MBS sebagai alternatif wisata keluarga yang ramah di kantong dan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal hingga Mancanegara
Menurut pengelola, lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada hari Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur. Namun, suasana malam hari juga tidak kalah ramai karena banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana santai dan panorama lampu di sekitar kawasan wisata.
Saat ini, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Banjarnegara dan daerah sekitar, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia hingga wisatawan mancanegara yang tertarik dengan keindahan alam dan suasana khas pedesaan yang masih asri.
Pengembangan Wahana dan Event Wisata Jadi Prioritas
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengelola berencana menambah berbagai wahana permainan baru dalam waktu mendatang. Selain itu, sejumlah agenda hiburan dan pertunjukan seni juga tengah dipersiapkan.
"Kami berencana menghadirkan lebih banyak wahana permainan serta menggelar berbagai event hiburan, mulai dari kesenian lokal hingga menghadirkan artis nasional agar semakin menarik minat wisatawan," jelas pengelola.

Wisatawan Apresiasi Pelayanan Ramah dan Fasilitas Lengkap
Arif, salah satu wisatawan asal Merden yang ditemui tim WINews, mengaku terkesan dengan keindahan alam yang ditawarkan MBS.
Menurutnya, suasana yang nyaman serta keramahan pengelola menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung merasa betah.
“Pemandangannya sangat indah dan mempesona. Pengelolanya juga ramah dengan menerapkan prinsip 3S, yaitu Salam, Sapa, dan Senyum. Ini membuat pengunjung merasa dihargai dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi harga tiket yang dinilai sangat terjangkau bagi masyarakat.
“Hanya dengan Rp2.000 kita sudah bisa menikmati wisata yang luar biasa. Biaya parkir juga murah. Menurut saya, MBS merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dan teramai di Banjarnegara setelah Dieng,” tambahnya.

Arif berharap pengelola terus mempertahankan kebersihan, keamanan, dan keramahan pelayanan agar prestasi yang telah diraih dapat terus berkembang di masa mendatang.
MBS Berpotensi Menjadi Ikon Wisata Baru Banjarnegara
Melihat perkembangan yang begitu pesat dalam dua tahun terakhir, MBS memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu ikon wisata unggulan Banjarnegara. Dukungan masyarakat, pengelolaan profesional oleh BUMDes, serta inovasi pengembangan wahana dan event diyakini akan semakin meningkatkan daya saing destinasi ini di sektor pariwisata regional maupun nasional.
Dengan kombinasi keindahan alam, harga terjangkau, fasilitas memadai, dan pelayanan yang ramah, MBS Desa Tapen menjadi bukti bahwa wisata berbasis desa mampu tumbuh menjadi destinasi favorit yang membanggakan Banjarnegara.
Pewarta: Nursoleh

0 Komentar