
BANJARNEGARA, WINews – Peran perempuan dalam pembangunan bangsa terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya sebagai pilar keluarga, perempuan juga memiliki posisi strategis dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, hingga pembangunan daerah. Semangat tersebut tercermin dalam Seminar Perempuan Indonesia yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Wanita Kristiani Imanuel (PWKI) DPC Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026).
Mengusung tema “Aku Perempuan Indonesia”, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Seminar berlangsung di Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) Kuta Banjarnegara dan dihadiri pengurus, anggota organisasi, serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan.
Sejumlah organisasi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bunda Milenial Banjarnegara, Wanita Katolik, serta perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara. Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.
Perempuan Memiliki Potensi Besar Menjadi Penggerak Perubahan
Seminar menghadirkan Dra. Ningsih Haryanto, Ketua Umum Woman Movement, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, kepemimpinan, serta penguatan karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual.
Menurut Ningsih, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi keluarga, lingkungan, maupun bangsa.
"Perempuan Indonesia memiliki kekuatan dan potensi luar biasa. Dengan terus meningkatkan kapasitas diri, perempuan dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan tidak boleh memandang dirinya sebagai sosok yang terbatas oleh keadaan atau lokasi tempat tinggal. Sebaliknya, setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Hari Kebaya Nasional Jadi Momentum Pelestarian Budaya
Ketua Perkumpulan Wanita Kristiani Imanuel DPC Banjarnegara, Elisabet Inneke, menjelaskan bahwa seminar ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kebaya sebagai identitas budaya perempuan Indonesia.
Menurutnya, peringatan Hari Kebaya Nasional merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa yang telah menjadi simbol keanggunan, kearifan, dan jati diri perempuan Indonesia.
"Seminar ini menjadi wadah pembelajaran, inspirasi, dan penguatan bagi perempuan agar semakin percaya diri dalam menjalankan berbagai peran yang diemban. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kebaya sebagai warisan budaya dan identitas perempuan Indonesia," ujarnya.
Kesbangpol Banjarnegara Apresiasi Peran Organisasi Perempuan
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kepala Bidang Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Banjarnegara, Andry, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
"Kami sangat mengapresiasi seminar tentang Perempuan Indonesia ini. Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi organisasi lain bahwa kebaya sebagai budaya leluhur harus terus dilestarikan. Pemerintah daerah juga sangat mendorong perempuan untuk terus berinovasi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Banjarnegara," katanya.

Perempuan Banjarnegara Didorong Ambil Peran di Berbagai Bidang
Usai acara, Dra. Ningsih Haryanto kembali menegaskan pentingnya perempuan mengambil peran aktif dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, organisasi keagamaan, komunitas sosial, maupun pembangunan daerah.
Ia mengajak seluruh perempuan Banjarnegara untuk menyadari bahwa kehadiran mereka memiliki makna dan tujuan yang besar bagi lingkungan sekitar.
"Perempuan di Banjarnegara perlu terus diingatkan bahwa kita adalah bagian dari negeri ini yang memiliki tanggung jawab untuk berbuat sesuatu yang baik. Jangan pernah merasa kecil karena tinggal di daerah. Ambillah peran mulai dari keluarga, gereja, komunitas, hingga masyarakat luas. Jadilah perempuan yang membawa dampak positif dan menjadi berkat bagi sesama," tuturnya.
Penguatan Perempuan Menjadi Bagian Penting Pembangunan SDM Indonesia
Semangat yang diusung dalam seminar ini sejalan dengan berbagai program nasional yang menempatkan perempuan sebagai salah satu aktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Pemberdayaan perempuan dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, pendidikan generasi muda, pelestarian budaya, serta terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Melalui kegiatan edukatif seperti seminar "Aku Perempuan Indonesia", diharapkan semakin banyak perempuan yang memiliki keberanian untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas Indonesia.
Pewarta: Wawan Guritno
0 Komentar