Majelis Dikdasmen PNF PWM Babel Gelar Rakorwil 2026, Perkuat Strategi Pendidikan Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan
BANGKA TENGAH, WINews – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kualitas dan daya saing pendidikan Muhammadiyah di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Diklat Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (2/7/2026), mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.” Rakorwil menjadi forum penting untuk menyusun arah kebijakan pendidikan, meningkatkan mutu sekolah, serta memperkuat sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di seluruh Bangka Belitung.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi momentum penting dalam memberikan penguatan visi dan arah pengembangan pendidikan Muhammadiyah di tingkat wilayah.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Bangka Belitung, Supiandi, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorwil dilaksanakan selama dua hari, mulai 2 hingga 3 Juli 2026. Sebanyak 59 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pengurus Majelis Dikdasmen PNF kabupaten/kota, kepala sekolah, bendahara, hingga operator sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Bangka Belitung.
Menurut Supiandi, perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah di sektor pendidikan menunjukkan tren positif. Tahun ini jumlah sekolah Muhammadiyah di Bangka Belitung kembali bertambah dengan hadirnya tiga lembaga pendidikan baru, yakni SD Sains Qur'an Muhammadiyah Koba, SD Hizbul Wathan Pangkalpinang, dan SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba.
“Alhamdulillah, AUM pendidikan kita terus berkembang. Jika sebelumnya berjumlah 23 sekolah, kini bertambah menjadi 26 sekolah. Ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah sekolah harus diiringi dengan penguatan sistem penjaminan mutu, tata kelola kelembagaan yang profesional, serta kolaborasi yang solid antara sekolah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Bangka Belitung yang membidangi pendidikan, Drs. H. Edison Taher, memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Majelis Dikdasmen PNF. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut sekolah Muhammadiyah untuk terus melakukan transformasi dan inovasi.
Ia menekankan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman agar sekolah Muhammadiyah mampu menjadi pilihan utama masyarakat.
“Transformasi sekolah Muhammadiyah harus dibangun di atas fondasi ideologis yang kuat dan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Guru harus terus meningkatkan kompetensi pedagogik agar mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., dalam pidato pembukaannya memberikan apresiasi terhadap perkembangan pendidikan Muhammadiyah di Bangka Belitung yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah sekolah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Muhammadiyah di Bangka Belitung mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan kualitas layanan pendidikan.
“Di beberapa daerah ada sekolah yang harus tutup karena kekurangan peserta didik. Namun di Bangka Belitung justru tumbuh sekolah-sekolah baru. Ini menunjukkan adanya kemajuan dan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat,” ungkap Didik.
Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola sekolah, peningkatan kualitas guru, serta pembinaan ideologi Muhammadiyah harus menjadi prioritas utama agar sekolah Muhammadiyah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan Rakorwil dilanjutkan dengan sosialisasi program dari Lazismu Wilayah Kepulauan Bangka Belitung serta pemaparan materi bertajuk “Strategi Sekolah Juara” yang disampaikan oleh Sumarno.
Pada malam harinya, peserta mengikuti sidang pleno dan pembahasan berbagai agenda strategis. Beberapa materi penting yang menjadi fokus diskusi antara lain peran pemerintah daerah dalam pengembangan sekolah swasta, strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan berbasis kebutuhan masyarakat.
Memasuki hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti sesi materi mengenai pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan penguatan ideologi Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang modern namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Melalui Rakorwil 2026 ini, Majelis Dikdasmen PNF PWM Bangka Belitung menargetkan lahirnya berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi acuan pengembangan pendidikan Muhammadiyah pada tahun anggaran 2026/2027. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat strategi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan sekolah unggulan yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rakorwil 2026 menjadi bukti komitmen Muhammadiyah untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, berkarakter, dan berkemajuan demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
Pewarta: Putri

0 Komentar