PURBALINGGA, WINews - Turnamen sepak bola yang digelar di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, diwarnai insiden kericuhan saat laga antara tim Andalas melawan Adipasir, Kamis (30/7/2026). Pertandingan yang semula berlangsung kompetitif berubah memanas setelah muncul protes terhadap keputusan wasit di lapangan.
Dalam insiden tersebut, wasit Ridho Bekti diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pihak. Akibat kejadian itu, korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban tidak mengalami luka serius dan telah mendapatkan perawatan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius dunia sepak bola Purbalingga karena dinilai mencederai semangat sportivitas yang selama ini terus dibangun dalam setiap kompetisi.
Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, sepak bola harus menjadi ajang pembinaan prestasi dan persaudaraan, bukan tempat terjadinya tindakan anarkis.
"Kami tidak akan mentoleransi kericuhan di sepak bola. Kami ingin membangun sepak bola Purbalingga agar berkembang dengan menjunjung tinggi sportivitas, keamanan, dan fair play," tegas Uut.
Sebagai langkah cepat, Askab PSSI Purbalingga memutuskan menarik seluruh wasit beserta perangkat pertandingan dari turnamen tersebut hingga situasi dinilai kondusif. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk evaluasi sekaligus menjaga integritas penyelenggaraan kompetisi.
Selain itu, Askab PSSI Purbalingga membuka peluang penanganan lebih lanjut apabila terdapat laporan resmi dari pihak terkait. Kasus tersebut akan diproses sesuai ketentuan dan regulasi organisasi melalui Komite Disiplin (Komdis) untuk menentukan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta, ofisial, suporter, maupun penyelenggara agar menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung. Sportivitas, penghormatan terhadap keputusan perangkat pertandingan, serta penyelesaian sengketa melalui mekanisme yang berlaku merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas kompetisi sepak bola.
Masyarakat pun berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang sehingga turnamen sepak bola di Kabupaten Purbalingga dapat terus menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus hiburan yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.
Pewarta: Sokim

0 Komentar