Palu, WINews - Teras Baca Nasana menggelar kegiatan bertajuk Pemberdayaan Ibu sebagai Fasilitator Literasi Utama dalam Membaca Nyaring yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Mamboro, Kota Palu, pada Minggu 2 Agustus 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Raodatul Jannah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterlibatan para ibu dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan keluarga.
“Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini adalah agar para ibu memiliki kemampuan sekaligus komitmen yang kuat untuk menumbuhsuburkan budaya literasi di dalam keluarga, terutama melalui aktivitas membaca nyaring,” ujar Raodatul Jannah.
Menurutnya, rendahnya minat baca anak menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Di sisi lain, masih terdapat orang tua yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya peran mereka dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Ia menilai anak-anak saat ini cenderung lebih akrab dengan gawai dibandingkan buku. Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif orang tua dalam menghadirkan aktivitas literasi yang menyenangkan di rumah.
![]() |
“Anak-anak saat ini lebih akrab dan senang bersama gawai dibandingkan buku. Mirisnya, masih ada orang tua yang belum sepenuhnya sadar dan peduli akan pentingnya peran mereka dalam meningkatkan minat baca anak. Karena itu, kami mengambil langkah kecil dengan menyasar kelompok ibu sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas generasi di masa depan,” jelasnya.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Kelurahan Mamboro, Nurhikma, menyampaikan apresiasi kepada Teras Baca Nasana atas inisiatif yang dilakukan untuk memperkuat literasi masyarakat.
Menurutnya, upaya membangun budaya baca tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas literasi.
“Kami berterima kasih kepada adik-adik dari Teras Baca Nasana yang memilih memfokuskan kegiatan pemberdayaan ini di wilayah Kelurahan Mamboro. Kami berharap ke depan dapat terus terhubung dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan literasi di kelurahan kami,” ujar Nurhikma.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para ibu menjadi fasilitator literasi utama di lingkungan keluarga sehingga budaya membaca dapat tumbuh dan berkembang sejak usia dini.
Pewarta: Junaidi


0 Komentar