BANJARNEGARA, WINews- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Banjarnegara. Radhyana Prathista, warga Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, berhasil meraih Juara II Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 kategori dewasa.
Capaian tersebut menjadi tiket penting bagi Radhyana untuk melangkah ke kompetisi Mas dan Mbak Batik tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Di panggung nasional itu, ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban misi memperkenalkan kekayaan budaya dan batik khas Banjarnegara kepada masyarakat yang lebih luas.
Menjelang keberangkatannya menuju ajang nasional, Radhyana bersama Camat Pejawaran Gatot Suprapto, Kepala Desa Pegundungan Murti, serta jajaran perangkat desa bersilaturahmi sekaligus memohon doa restu kepada Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap kiprah generasi muda yang membawa identitas budaya Banjarnegara ke tingkat nasional.
Bupati Apresiasi Prestasi Radhyana
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Radhyana. Menurutnya, prestasi tersebut memiliki makna lebih luas karena turut mengangkat citra Kabupaten Banjarnegara melalui jalur kebudayaan dan kreativitas generasi muda.
“Luar biasa Ananda Radhyana Prathista. Mengikuti ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 dan mendapatkan juara dua. Ini membawa nama baik Banjarnegara dan selanjutnya akan melaju ke tingkat nasional,” ujar Amalia.
Bupati menilai keterlibatan generasi muda dalam mempromosikan batik lokal sangat penting di tengah perkembangan industri fesyen dan budaya yang semakin dinamis.
Menurutnya, batik tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pakaian formal atau warisan budaya masa lalu. Batik juga memiliki potensi besar sebagai bagian dari identitas daerah, ekonomi kreatif, industri fesyen, hingga promosi pariwisata.
“Saya sangat mendukung dan bangga atas prestasi yang didapat. Sekarang ini sedikit sekali anak muda yang bangga menggunakan batik Banjarnegara. Saya sangat mengapresiasi semangatnya,” katanya.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Dalam kesempatan tersebut, Amalia memberikan pesan khusus kepada Radhyana agar kompetisi di tingkat nasional tidak hanya dimaknai sebagai ajang mengejar posisi juara.
Menurutnya, pengalaman tampil di tingkat nasional dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, wawasan budaya, serta kemampuan membawa nama daerah secara positif.
“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih kemenangan. Pola pikirnya jangan sekadar ‘saya harus menjadi juara satu’, melainkan harus memiliki misi meningkatkan kapasitas diri serta mempromosikan Batik Gumelem Banjarnegara. Dari sanalah banyak hal bernilai akan didapatkan,” tutur Bupati Amel.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati ketika meraih keberhasilan. Bagi Amalia, kualitas seorang generasi muda tidak hanya terlihat dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari karakter dan kontribusinya setelah mendapatkan prestasi.
“Kalaupun nanti menjadi juara satu, jangan merasa jemawa,” pesannya.
Batik Gumelem Jadi Identitas yang Dibawa ke Nasional
Menghadapi kompetisi nasional, Radhyana diminta berani menampilkan karakter yang autentik. Ia diharapkan tidak sekadar mengikuti tren atau meniru peserta lain, tetapi mampu menunjukkan keunggulan yang menjadi identitas Banjarnegara.
“Di tingkat nasional nanti harus bisa menunjukkan sesuatu yang spesial. Jangan meniru orang lain, jangan ingin seperti orang lain. Apa yang kita miliki, itulah yang harus ditonjolkan,” tegas Amalia.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena Radhyana akan membawa Batik Gumelem, kain khas Banjarnegara yang berasal dari Kecamatan Susukan, sebagai bagian penting dari misi budayanya.
Batik Gumelem memiliki nilai strategis untuk diperkenalkan lebih luas, bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Melalui panggung nasional, Radhyana diharapkan dapat menjadikan momentum tersebut sebagai media promosi untuk memperkenalkan motif, karakter, sejarah, serta potensi pengembangan Batik Gumelem kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Membawa Karakter Pemuda Banjarnegara
Selain kemampuan di atas panggung, Bupati Amalia juga menekankan pentingnya karakter dan etika. Radhyana diharapkan mampu menunjukkan bahwa generasi muda Banjarnegara memiliki sikap santun, berintegritas, percaya diri, sekaligus mampu menghadapi persoalan dengan cara yang konstruktif.
“Tunjukkan bahwa anak muda Banjarnegara memiliki etika dan perilaku yang baik. Jika ada masalah, jangan terpaku pada masalahnya, tetapi fokuslah mencari solusi. Perjalanan kompetisi tidak selalu berjalan persis seperti yang kita rencanakan,” pesannya.
Nasihat tersebut menjadi bekal penting bagi Radhyana, mengingat kompetisi tingkat nasional tentu menghadirkan tantangan yang lebih kompleks, mulai dari persiapan penampilan, wawasan budaya, komunikasi publik, hingga kemampuan membangun citra positif daerah.
Camat Pejawaran: Radhyana Berangkat Secara Mandiri
Sementara itu, Camat Pejawaran Gatot Suprapto menjelaskan bahwa kedatangannya bersama rombongan ke rumah dinas bupati bertujuan memohon dukungan moril dan doa restu sebelum Radhyana berlaga di tingkat nasional.
“Radhyana Prathista warga kami dari Desa Pegundungan. Ia mengikuti ajang Mas dan Mbak Batik Jawa Tengah 2026 kategori dewasa secara mandiri dan berhasil meraih juara dua. Kami mohon doa restu,” jelas Gatot.
Keberhasilan Radhyana yang diraih melalui proses dan upaya mandiri menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Pegundungan dan Kecamatan Pejawaran.
Radhyana Siap Bawa Nama Banjarnegara
Radhyana Prathista menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Ia berharap doa restu dari Bupati Banjarnegara serta masyarakat dapat menjadi tambahan kekuatan mental ketika tampil dalam kompetisi nasional.
“Saya memohon doa restu dan dukungan Ibu Bupati. Semoga langkah saya di tingkat nasional diberi kelancaran dan kemudahan sehingga mampu meraih hasil terbaik dan maksimal,” kata Radhyana.
Pada ajang nasional Desember mendatang, Radhyana berkomitmen membawa misi memperkenalkan Batik Gumelem Banjarnegara. Ia akan mengenakan sekaligus mengampanyekan kain khas tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Langkah Radhyana menjadi contoh bahwa generasi muda memiliki ruang besar untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan budaya lokal. Ketika batik dipadukan dengan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan keberanian tampil di ruang publik, warisan budaya dapat memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas.
Dari Desa Pegundungan menuju panggung nasional, Radhyana kini membawa satu pesan penting: prestasi generasi muda dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi Banjarnegara kepada Indonesia.
Pewarta: Rodi AS



0 Komentar