TAKALAR, WINews - Sebuah rumah sederhana di Dusun Pa’lilanga, Desa Kaleko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, menjadi titik awal pembangunan hunian yang lebih layak bagi keluarga Marre Dg. Timung, Selasa (15/9/2026).
Sekitar pukul 16.00 Wita, Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K., M.H., meletakkan batu pertama program bedah rumah yang dilaksanakan Polres Takalar bersama Polsek Polut dan Pemerintah Desa Kaleko’mara.
Program tersebut menyasar rumah yang ditempati Marre Dg. Timung, 48 tahun, seorang duda yang kehilangan istrinya sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, Marre menjadi tumpuan bagi empat anaknya dengan mengandalkan pekerjaan sebagai buruh harian lepas.
Penghasilan yang tidak selalu menentu membuat pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi tantangan tersendiri. Melalui program bedah rumah, tempat tinggal tersebut akan diperbaiki agar menjadi hunian yang lebih layak, bersih, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Peletakan Batu Pertama Dihadiri Unsur Pemerintah dan Bhayangkari
Peletakan batu pertama dihadiri Wakapolres Takalar Kompol Alauddin, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Takalar Budiar Rosal Saleh, S.STP., M.Adm.Pemb., serta unsur pemerintah Kecamatan Polut.
Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Takalar Ny. Eka Ginanjar, Kabag Ops Polres Takalar Kompol Abdul Halim, S.Sos., M.A.P., Kabag SDM AKP H. Totok Rohyadi, Kabag Log Kompol Zeim Arman, S.E., M.H., Kabag Ren Kompol Sudirman, S.H., para pejabat utama Polres Takalar, jajaran Polsek Polut, pengurus Bhayangkari, pemerintah desa, personel kepolisian, dan masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi dalam pelaksanaan program yang ditujukan untuk membantu warga dengan kondisi tempat tinggal yang membutuhkan perbaikan.
Bantuan Sembako Melengkapi Program Bedah Rumah
Selain memulai pembangunan rumah, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan sembako kepada Marre Dg. Timung.

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Bhayangkari Cabang Takalar Ny. Eka Ginanjar sebagai bentuk perhatian kepada keluarga penerima manfaat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari keluarga selama proses pembangunan berlangsung.
Bagi keluarga Marre, program ini bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik. Rumah yang lebih layak berarti tempat berteduh yang lebih aman, ruang keluarga yang lebih nyaman, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang keempat anaknya.
Bagian dari Rangkaian HUT Bhayangkara ke-80
Program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

Menurutnya, pembangunan rumah tidak semata-mata berkaitan dengan perbaikan bangunan, tetapi juga menyangkut upaya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan bagi keluarga penerima bantuan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
Polres Takalar Dorong Kepedulian yang Berdampak Langsung
Kasi Humas Polres Takalar IPTU Nur Ady saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, kondisi Marre Dg. Timung yang menjadi tulang punggung bagi empat anaknya dengan pekerjaan sebagai buruh harian lepas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan.
Ia menambahkan, Polres Takalar ingin memastikan semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait, kepolisian berharap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak sekaligus memberikan semangat baru bagi keluarga penerima bantuan.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Program
Pelaksanaan bedah rumah juga memperlihatkan pentingnya kerja sama antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program bantuan tidak hanya dimulai melalui peletakan batu pertama, tetapi juga dapat berlanjut hingga pembangunan selesai dan rumah benar-benar dapat dimanfaatkan oleh keluarga penerima.
Bagi Marre Dg. Timung dan keempat anaknya, dimulainya pembangunan rumah menjadi harapan baru untuk menjalani kehidupan dengan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Pewarta: Saifuddin Gassing

0 Komentar