Breaking News

Audio Reader
Speed:

Bhayangkari Polrestabes Semarang dan RSI Sultan Agung Bersinergi Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kombucha dan Sourdough




SEMARANG, WINews - Upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui berbagai program peningkatan keterampilan. Salah satunya diwujudkan Bhayangkari Cabang Kota Besar (Polrestabes) Semarang melalui workshop pengembangan kompetensi anggota dengan mengangkat potensi bisnis produk pangan fermentasi.

Kegiatan yang berlangsung di Waterfall Cafe, Jalan Pramuka Nomor 999, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, tersebut mengangkat dua materi utama, yakni pembuatan teh kombucha dan roti sourdough.

Kegiatan ini diinisiasi Ketua Bhayangkari Polrestabes Semarang, dr. Donna Hery Wahyudi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan anggota Bhayangkari agar dapat melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan membuat produk, tetapi juga memberikan wawasan mengenai aspek kesehatan, keamanan pangan, kualitas produksi, hingga peluang pengembangan produk menjadi usaha bernilai ekonomi.

Kombucha dan Sourdough Jadi Pilihan Produk UMKM

Kombucha dan sourdough merupakan produk yang dibuat melalui proses fermentasi. Dalam beberapa tahun terakhir, produk pangan fermentasi semakin dikenal di tengah berkembangnya minat masyarakat terhadap makanan dan minuman dengan karakteristik alami serta proses produksi yang menarik.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk yang memiliki diferensiasi di pasar.

Namun, peluang bisnis tersebut tetap perlu diikuti pemahaman mengenai proses produksi yang higienis, konsistensi kualitas, keamanan pangan, pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan biaya produksi.

Karena itu, workshop Bhayangkari Polrestabes Semarang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta.

Hadirkan Narasumber dari Bidang Kesehatan dan UMKM

Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan, pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan usaha.

Salah satunya adalah dr. Ossa, Sp.GK, dokter praktisi gizi klinik RSI Sultan Agung, yang memberikan penjelasan mengenai aspek nutrisi serta karakteristik produk fermentasi seperti kombucha dan sourdough.

Selain itu hadir Dr. Siti Hikmah, M.Si., serta Riyanti Nurul, S.E., M.M. dari RSI Sultan Agung. Riyanti juga dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan pengembangan usaha kombucha di Kota Semarang.

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran bahwa pengembangan produk UMKM membutuhkan perpaduan antara kreativitas, pengetahuan produk, standar kebersihan, manajemen usaha, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Pendekatan tersebut penting agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai keterampilan rumahan, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Kegiatan pelatihan ini juga memiliki dimensi pemberdayaan ekonomi. Keterampilan membuat produk pangan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang bisa dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing anggota.

Mulai dari produksi skala kecil, pengujian pasar, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran melalui media sosial, hingga pengembangan jaringan penjualan dapat menjadi tahapan yang dilakukan ketika usaha mulai berkembang.

Bagi UMKM, kemampuan mengelola usaha menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan produk. Perhitungan modal, harga bahan baku, biaya kemasan, tenaga kerja, distribusi, serta strategi pemasaran perlu diperhitungkan agar kegiatan usaha memiliki fondasi yang sehat.

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Pelaku UMKM

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Irfan, bersama jajaran staf.

Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan memberikan perspektif tambahan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dan pelaku usaha.

Bagi pelaku UMKM, aspek perlindungan sosial menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan memahami program jaminan sosial yang tersedia, pelaku usaha dapat mempertimbangkan perlindungan bagi dirinya maupun pekerja yang terlibat dalam kegiatan usaha.

Hal ini sejalan dengan upaya membangun UMKM yang tidak hanya produktif dari sisi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan bagi sumber daya manusia yang menjalankannya.

RSI Sultan Agung Siap Perkuat Pendampingan

Sinergi antara Bhayangkari Polrestabes Semarang dan RSI Sultan Agung juga mendapat dukungan langsung dari Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang mempertemukan aspek pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Kami dari RSI Sultan Agung melalui Diklat siap senantiasa mengawal dan bersinergi dengan Bhayangkari, tidak hanya dalam pendampingan standar kesehatan dan higienitas produk, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas SDM ke depan,” ujar Dr. dr. Agus Ujianto.

Menurutnya, pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan UMKM

Workshop pembuatan kombucha dan sourdough tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Bhayangkari berperan dalam mendorong peningkatan keterampilan dan pemberdayaan anggota. RSI Sultan Agung memberikan perspektif kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja dan pelaku usaha.

Kolaborasi semacam ini berpotensi menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan UMKM berbasis keterampilan dan pengetahuan.

Di tengah perkembangan industri kuliner dan meningkatnya persaingan produk makanan serta minuman, pelaku usaha membutuhkan inovasi sekaligus pemahaman yang kuat mengenai kualitas produk.

Dari Pelatihan Menuju Peluang Bisnis

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, workshop ini diharapkan dapat membuka wawasan anggota Bhayangkari mengenai bagaimana sebuah keterampilan dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.

Produk seperti kombucha dan sourdough memiliki karakteristik produksi yang membutuhkan pemahaman mengenai fermentasi, sanitasi, penyimpanan, pengemasan, dan konsistensi kualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi modal penting sebelum produk dipasarkan secara lebih luas.

Apabila dikembangkan secara serius, keterampilan tersebut dapat menjadi bagian dari usaha rumahan yang kemudian tumbuh menjadi UMKM dengan pasar yang lebih luas.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, tumbuhnya UMKM baru juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar, mulai dari kebutuhan bahan baku, kemasan, jasa distribusi, hingga pemasaran digital.

Membangun UMKM yang Produktif dan Berkelanjutan

Sinergi Bhayangkari Polrestabes Semarang, RSI Sultan Agung, BPJS Ketenagakerjaan, dan pelaku UMKM lokal menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

Keterampilan produksi perlu berjalan bersama dengan pengetahuan kesehatan, keamanan pangan, pengelolaan usaha, pemasaran, serta perlindungan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Bhayangkari diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki keberanian untuk melihat potensi usaha di sekitarnya.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelatihan semacam ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang inovatif, memiliki kualitas produk yang baik, mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat di Kota Semarang.

Pewarta: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close