Bukan Pengajian Biasa, Kajian Islam Gembira Ustadz Edi Mufidun Bikin SD Negeri 02 Situwangi Bergemuruh
BANJARNEGARA, WINews - Suasana berbeda terasa di SD Negeri 02 Situwangi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu, 5 September 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersama TK Pertiwi Situwangi dan SD Negeri 02 Situwangi berlangsung meriah, penuh keceriaan, serta sarat pesan pendidikan karakter bagi anak-anak.
Bukan pengajian dengan suasana formal dan monoton, kegiatan bertajuk “Kajian Islam Gembira” justru menghadirkan perpaduan antara tausiyah, sholawat, humor, seni, interaksi dengan peserta, tepuk tangan hingga pembagian hadiah.
Konsep tersebut membuat siswa, guru, wali murid, komite sekolah, dan jamaah yang hadir tampak menikmati rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Sosok yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz Edi Mufidun, S.Pd.I. Kehadirannya sebagai pengisi kajian membuat suasana halaman sekolah semakin hidup.
Panggung Anak Menjadi Pembuka yang Meriah
Sebelum memasuki acara inti, para siswa TK Pertiwi dan SD Negeri 02 Situwangi terlebih dahulu menunjukkan berbagai penampilan.
Panggung anak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Para siswa diberikan ruang untuk tampil, berekspresi, sekaligus menunjukkan keberanian mereka di hadapan guru, orang tua, dan masyarakat.
Suasana semakin menarik ketika dua MC cilik, Ananda Diya dan Arsy, tampil memandu acara. Dengan keberanian dan kepercayaan diri mereka, keduanya mampu membawa suasana kegiatan menjadi lebih dinamis.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Akhyar Faqih.
Pembacaan tersebut menjadi momentum untuk mengawali kegiatan dengan suasana yang lebih khidmat sebelum acara berlanjut ke berbagai penampilan dan sambutan.
Ketua panitia, Mukhlisin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya kegiatan.
Ucapan terima kasih disampaikan khususnya kepada keluarga besar TK Pertiwi Situwangi, SD Negeri 02 Situwangi, komite sekolah, serta para wali murid.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
Kemeriahan kembali terasa melalui penampilan siswa kelas 5 yang mendapat perhatian dari para hadirin.
Kolaborasi TK dan SD Perkuat Kebersamaan Pendidikan
Kegiatan bersama antara TK Pertiwi Situwangi dan SD Negeri 02 Situwangi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan.
Kepala TK Pertiwi Situwangi, Bunda Aryanti, S.Pd.AUD., menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan bersama diharapkan menjadi awal terbangunnya kerja sama yang semakin baik antara TK Pertiwi Situwangi dengan SD Negeri 02 Situwangi.
Kolaborasi semacam ini tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang kebersamaan antara sekolah, orang tua, komite, dan peserta didik.
Bunda Aryanti juga mengajak anak-anak agar tetap tertib dan menyimak kajian yang akan disampaikan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa Kepala SD Negeri 02 Situwangi belum dapat hadir karena sedang menjalankan tugas dinas ke Semarang.
Sebelum memasuki acara utama, para peserta kembali disuguhi penampilan tarian dari siswa kelas 3.
Ustadz Edi Mufidun Hadirkan Kajian Islam yang Interaktif
Perhatian peserta kemudian tertuju kepada Ustadz Edi Mufidun, S.Pd.I., yang tampil sebagai pengisi kajian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Edi Mufidun diketahui merupakan guru di SMA Negeri 1 Wanadadi dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi keagamaan, kemasyarakatan, kerelawanan, serta sosial.
Yang membuat kajian kali ini berbeda adalah metode penyampaiannya.
Alih-alih menghadirkan suasana pengajian yang kaku, materi keagamaan disampaikan secara komunikatif dan melibatkan peserta secara langsung.
Humor, komunikasi dua arah, sholawat, nyanyian, tepuk tangan, hingga pembagian hadiah menjadi bagian dari rangkaian kajian.
Anak-anak pun tidak hanya diminta duduk dan mendengarkan. Mereka diajak berinteraksi sehingga suasana kajian terasa lebih dekat dengan dunia mereka.
Tawa dan tepuk tangan beberapa kali terdengar memenuhi halaman sekolah.
Metode komunikasi yang ringan membuat anak-anak lebih mudah mengikuti jalannya kegiatan. Pesan keagamaan yang disampaikan pun menjadi lebih mudah diterima karena dikemas dalam suasana yang menyenangkan.
Bagi dunia pendidikan, pendekatan semacam ini dapat menjadi salah satu cara untuk membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan peserta didik.
Maulid Nabi Menjadi Momentum Pendidikan Karakter
Di balik kemeriahan kegiatan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki pesan yang lebih luas.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan agama bagi anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami materi keagamaan. Nilai-nilai seperti kejujuran, sopan santun, kepedulian, tanggung jawab, persaudaraan, dan menghormati orang lain juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
Karena itu, kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan aspek pendidikan, kebersamaan, dan penguatan karakter.
Ketika materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta didik, kegiatan keagamaan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Ditutup Doa dan Makan Bersama
Setelah rangkaian kajian selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Suasana kekeluargaan kemudian semakin terasa ketika seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan makan bersama.
Momen sederhana tersebut menjadi bagian dari kebersamaan yang mempertemukan siswa, guru, orang tua, komite, dan jamaah dalam satu suasana yang hangat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 02 Situwangi akhirnya bukan hanya meninggalkan kemeriahan berupa tepuk tangan, sholawat dan tawa.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa belajar agama dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, mengenalkan keteladanan Rasulullah kepada anak-anak dapat dikemas secara kreatif, dan sinergi antara sekolah dengan orang tua memiliki peran penting dalam membangun generasi yang berkarakter.
Semangat “Kajian Islam Gembira” diharapkan tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi dapat terus tumbuh dalam kehidupan anak-anak melalui kebiasaan baik di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Pewarta: Nursoleh


0 Komentar