Breaking News

Audio Reader
Speed:

ETK Kwarda Jateng 2026 Meriah di Kaligondang, Pramuka Hadirkan Aksi Sosial dan Peduli Lingkungan



PURBALINGGA, WINews - Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 melintasi Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah tersebut berlangsung semarak dengan melibatkan anggota Pramuka, pemerintah, sekolah, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan hingga masyarakat.

Namun, ETK di Kaligondang tidak hanya menampilkan kemeriahan perjalanan simbol Gerakan Pramuka. Di balik prosesi estafet tersebut, terdapat rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan yang diarahkan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Mulai dari cek kesehatan gratis, bakti sosial, donor darah, penyaluran air bersih, hingga kegiatan peduli lingkungan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Kwarran Kaligondang.

Tunas Kelapa Diserahterimakan dari Kejobong

Rangkaian perjalanan ETK di Kecamatan Kaligondang diawali dengan prosesi timbang terima Tunas Kelapa dari Kwarran Kejobong kepada Kwarran Kaligondang.

Prosesi berlangsung di Balai Desa Penolih sekitar pukul 12.30 WIB dan disaksikan oleh dewan juri Kwarda Jawa Tengah serta Kwarcab Purbalingga.

Setelah proses serah terima, Tunas Kelapa kemudian dibawa pasukan ETK Kwarran Kaligondang melalui dua etape perjalanan.

Etape pertama mengambil rute menuju Lapangan Desa Kaligondang. Dari lokasi tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju SMP Santo Borromeus, Kelurahan Bancar.

Di SMP Santo Borromeus inilah Tunas Kelapa kemudian diserahterimakan kepada Kwarran Purbalingga untuk melanjutkan perjalanan ETK sesuai rute yang telah ditetapkan.

Melibatkan Pelajar, Pembina, Organisasi dan Masyarakat

Kemunculan pasukan ETK di sejumlah titik rute mendapat sambutan dari berbagai unsur masyarakat.

Pramuka Penegak SMK Negeri 1 Kaligondang serta Pramuka Penggalang SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kaligondang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan mereka mendapat dukungan dari Kamabigus dan pembina pangkalan se-Kwarran Kaligondang.

Semarak perjalanan juga semakin terasa dengan kehadiran tim drumband MI Muhammadiyah 1 Slinga dan MI Islamiyah Slinga. Organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan serta warga turut memberikan dukungan sepanjang perjalanan.

Sejumlah sekolah mulai jenjang SD/MI hingga SMK juga menyambut rombongan ETK di sepanjang rute.

Tidak hanya memberikan sambutan, masyarakat di sejumlah titik bahkan menyediakan makanan secara gratis bagi peserta dan rombongan yang mengikuti perjalanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ETK dapat menjadi ruang perjumpaan antara Gerakan Pramuka dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

ETK Dimaknai sebagai Momentum Pengabdian

Ketua Kwarran Kaligondang, Kak Suparman, menegaskan bahwa perjalanan Tunas Kelapa tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan estafet simbolik.

Menurutnya, ETK merupakan momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan sekaligus mendorong anggota Pramuka agar semakin dekat dengan masyarakat.

“ETK bukan sekadar estafet Tunas Kelapa, tetapi momentum untuk menghidupkan semangat persaudaraan, pengabdian, dan kepedulian. Karena itu, kami ingin setiap langkah dalam ETK memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Suparman.

Pandangan tersebut kemudian diterjemahkan melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang dilaksanakan Kwarran Kaligondang.

Dari Cek Kesehatan hingga Donor Darah

Semangat pengabdian dalam ETK 2026 di Kaligondang diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kwarran Kaligondang menggelar sarasehan, cek kesehatan gratis, bakti sosial, dropping air bersih, program lingkungan bersih, Kali Bersih, hingga penebaran benih ikan.

Kegiatan sosial juga mencakup pembersihan rumah ibadah dan pembagian alat tulis bagi siswa kurang mampu.

Selain itu, kegiatan donor darah turut menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk latihan keterampilan dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang berkaitan dengan kesehatan, kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan.

Lintas Sektor Perkuat Pelaksanaan ETK

Kamabiran Kaligondang sekaligus Camat Kaligondang, Kak Setyo Iman Santosa, S.Kom., M.PA., mengatakan keterlibatan berbagai unsur menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan ETK.

Sinergi tersebut melibatkan Gerakan Pramuka, pemerintah, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan masyarakat.

“ETK menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka, pemerintah, sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Kebersamaan ini harus terus dijaga agar Pramuka semakin hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” kata Setyo.

Dalam pelaksanaannya, perjalanan ETK juga mendapat dukungan pengamanan dari personel Polsek dan Koramil Kaligondang.

Pengamanan tersebut penting untuk memastikan perjalanan rombongan dapat berlangsung tertib dan aman, terutama karena kegiatan melibatkan banyak peserta serta melintasi sejumlah ruas jalan dan titik keramaian.

Pesan Lingkungan dan Ketahanan Pangan

ETK 2026 juga memiliki konteks yang lebih luas karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah.

Tahun ini, Hari Pramuka mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut menjadi relevan dengan sejumlah aktivitas yang dilakukan dalam rangkaian ETK Kaligondang, khususnya kegiatan peduli lingkungan, Kali Bersih, penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab.

ETK Berlanjut ke Wilayah Berikutnya

Setelah menyelesaikan dua etape di wilayah Kecamatan Kaligondang, Tunas Kelapa akhirnya diserahterimakan kepada Kwarran Purbalingga di SMP Santo Borromeus, Kelurahan Bancar.

Selanjutnya, perjalanan ETK diteruskan sesuai rute yang telah ditentukan dalam rangkaian ETK Kwarda Jawa Tengah 2026.

Bagi Kwarran Kaligondang, perjalanan Tunas Kelapa bukan sekadar perpindahan simbol dari satu wilayah ke wilayah lain.

Lebih dari itu, ETK menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka dapat hadir melalui berbagai kegiatan yang memiliki dampak sosial, mulai dari kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, membantu warga yang membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Dengan demikian, ketika Tunas Kelapa telah melanjutkan perjalanan ke wilayah berikutnya, nilai pengabdian yang dibawa dalam perjalanan tersebut diharapkan tetap hidup melalui kegiatan dan kepedulian anggota Pramuka bersama masyarakat.

Pewarta: Sokim

WINews — Warta Indonesia News

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close