
LABUHANBATU, WINEWS - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Labuhanbatu (ULB) menggelar Festival Budaya Melayu yang melibatkan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai wilayah di Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 08.30 WIB, berlokasi di lapangan sepak bola Desa Afdeling II, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Festival budaya ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Melayu. Selain menjadi ruang kreativitas bagi para pelajar, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menemukan bibit-bibit potensial yang dapat dikembangkan ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
Diikuti Puluhan Pelajar dari 9 Kecamatan
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan pelajar yang berasal dari sembilan kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu.
Untuk kategori SD, tercatat sebanyak 71 peserta, sedangkan kategori SMA diikuti 26 peserta. Beragam penampilan dan keterampilan ditampilkan para peserta dalam rangkaian festival tersebut.
Untuk kategori SMA, salah satu perlombaan yang dilaksanakan adalah vokal mengakhiri perkataan, sebagai bagian dari rangkaian kompetisi budaya yang disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan tim juri dari Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, untuk melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta.
Latihan Rutin untuk Membangun Keberanian Siswa
Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Arumi Yuki Shakila, siswi kelas 3 SD Negeri 01 Rantau Selatan.
Guru pelatih SD Negeri 01 Rantau Selatan, Siti Jahara Br Harapan, mengatakan persiapan peserta dilakukan secara rutin. Menurutnya, latihan tidak hanya berfokus pada gerakan atau materi penampilan, tetapi juga membangun keberanian anak untuk tampil di hadapan banyak orang.
“Dalam pelaksanaan pelatihan ini kita lakukan setiap hari untuk melakukan gerak dan keberanian,” ujar Siti Jahara.
Menurutnya, pembiasaan melalui latihan menjadi bagian penting agar peserta didik mampu tampil lebih percaya diri ketika mengikuti perlombaan.
KKN ULB Bidik Bibit Unggul untuk Tingkat Provinsi
Panitia Festival Budaya Melayu, Soni Raja Prabowo Turnip, saat ditemui Warta Indonesia News TV didampingi Ketua KKN ULB Muhammad Yassir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan sebagai perlombaan.
Festival juga menjadi sarana untuk melakukan penjaringan terhadap pelajar yang memiliki potensi di bidang seni dan budaya.
“Di dalam kegiatan ini, kita mencari bibit-bibit unggul yang bisa kita tampilkan untuk pertandingan tingkat provinsi,” kata Soni Raja Prabowo Turnip.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa festival diharapkan dapat menjadi tahap awal pembinaan bagi para pelajar berbakat, sehingga potensi yang muncul tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah.
Didukung Berbagai Pihak
Pelaksanaan Festival Budaya Melayu KKN ULB tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, baik dari unsur perusahaan, organisasi, media maupun pemerintahan desa.
Sejumlah pihak yang disebut sebagai pendukung kegiatan antara lain:
1. PTPN Regional
2. Media Swara Prima
3. PUDAM Tirta Bina
4. PT Nur Armaz Sejahtera
5. Partai Demokrat
6. Pucuk Rebung
7. Dunia Melayu Dunia Islam
8. Karakter Kopi
9. Pemerintah Desa Afdeling II
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang melibatkan puluhan pelajar dari berbagai kecamatan.
Menjaga Budaya di Tengah Perkembangan Zaman
Festival Budaya Melayu yang digelar KKN Universitas Labuhanbatu memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya lokal melalui pengalaman langsung.
Bagi para pelajar, kesempatan tampil di hadapan juri dan penonton juga dapat melatih sejumlah kemampuan, mulai dari kepercayaan diri, keberanian, kedisiplinan berlatih, kemampuan berekspresi hingga kerja sama dengan guru dan pendamping.
Di sisi lain, pelestarian budaya melalui lingkungan pendidikan menjadi penting agar kesenian dan tradisi lokal tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Dengan melibatkan peserta dari sembilan kecamatan, Festival Budaya Melayu KKN ULB diharapkan mampu menjadi wadah berkelanjutan untuk menemukan, membina dan mengembangkan potensi pelajar Labuhanbatu di bidang seni dan budaya.
Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, bibit-bibit yang muncul dari festival tingkat kabupaten tersebut berpeluang dikembangkan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat Provinsi Sumatera Utara maupun jenjang yang lebih tinggi.
Pewarta: DR. Rangkuti
0 Komentar