Breaking News

Audio Reader
Speed:

Festival Megalitik Tampo Bada 2026 Resmi Dibuka, Warisan Leluhur Poso Didorong Jadi Ikon Pariwisata Budaya

Foto: Momen Pembukaan Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 Tahun 2026 di Lapangan Bumi Jambu, Desa Gintu, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso (Dok. Pariwisata Poso)

Poso, WINews – Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Bumi Jambu, Desa Gintu, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Megalitik Warisan Leluhur untuk Masa Depan” ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pembukaan festival dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Poso, Alfred Suangga, S.T., M.Si., mewakili Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Poso, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, para kepala desa se-Kecamatan Lore Selatan, pelaku seni budaya, serta masyarakat dan tamu undangan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Poso yang dibacakan Alfred Suangga, ditegaskan bahwa Festival Megalitik Tampo Bada bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya Tampo Bada kepada generasi masa kini dan mendatang.

Menurutnya, kawasan Tampo Bada memiliki kekayaan situs megalitik, tradisi adat, seni budaya, tarian, busana tradisional, hingga berbagai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat dan perlu dijaga bersama.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, festival ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Dengan demikian, warisan leluhur tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Marilah kita jadikan Festival Megalitik Tampo Bada sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Kabupaten Poso dan kebanggaan kita bersama,” demikian pesan Bupati Poso.

Festival yang berlangsung pada 7–9 September 2026 itu diawali dengan penjemputan tamu secara adat Bada, karnaval budaya yang melibatkan 14 desa, kunjungan ke stand miniatur desa, lomba busana adat berpasangan tingkat TK/PAUD, serta pagelaran cerita rakyat bertema cagar budaya dari perwakilan desa.

Pada hari kedua, rangkaian kegiatan meliputi olahraga tradisional Motela, Mologo, dan Mangimbo, wawancara Uto Ite Tampo Bada tingkat dewasa, hingga Grand Final Audisi Uto Ite Tampo Bada.

Sementara pada hari ketiga, peserta akan mengikuti jelajah situs megalitik tingkat SMA di kawasan Tampo Bada yang kemudian ditutup dengan tradisi Ma’ande Pare (Modulu-dulu).

Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk terus memperkuat persatuan, semangat gotong royong, menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, serta melestarikan warisan budaya sebagai modal penting dalam membangun masa depan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lore Selatan.


Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close