Breaking News

Audio Reader
Speed:

Islah, Polemik SPPG Sindangwangi Pangandaran Berakhir: Yayasan, BUMDes dan Warga Lokal Sepakat Perkuat Kolaborasi MBG



PANGANDARAN, WINews - Polemik yang sempat mewarnai pelaksanaan rantai pasok bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya menemui titik terang.

Perselisihan antara Yayasan ADLAN Sehat Sejahtera, selaku pihak yang membawahi SPPG Sindangwangi, dengan Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sindangwangi, Senin (7/9/2026) sore, menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri polemik sekaligus membuka kembali ruang kolaborasi antara yayasan, BUMDes, Karang Taruna, petani, koperasi, UMKM, serta pelaku usaha lokal.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat desa dapat berjalan dengan dukungan dan keterlibatan masyarakat setempat.

Musyawarah Jadi Jalan Keluar

Ketua Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi, Padna, menyambut positif hasil pertemuan tersebut.

Menurutnya, persoalan yang sebelumnya menimbulkan perhatian berbagai pihak akhirnya dapat diselesaikan setelah seluruh pihak duduk bersama dan membicarakan persoalan secara terbuka.

“Alhamdulillah tadi sudah ada pertemuan dan pihak BUMDes dan yayasan sudah siap berkolaborasi,” ujar Padna.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan berkaitan dengan pemberdayaan lembaga dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan SPPG Sindangwangi.

Karang Taruna sebelumnya menyuarakan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, termasuk BUMDes, petani dan UMKM, sehingga keberadaan SPPG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan program MBG, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar.

Namun, setelah dilakukan komunikasi dan musyawarah, persoalan tersebut akhirnya menemukan jalan penyelesaian.

“Kedua belah pihak sudah saling meminta maaf, dan siap saling berkolaborasi terkait suplai ke SPPG Sindangwangi,” kata Padna.

Yayasan: Persoalan Berawal dari Miskomunikasi

Ketua Yayasan ADLAN Sehat Sejahtera, Advi, membenarkan adanya kesepakatan untuk kembali memperkuat kerja sama dengan unsur masyarakat lokal.

Ia mengatakan pertemuan tersebut mempertemukan pihak yayasan dengan BUMDes dan difasilitasi oleh Karang Taruna bersama Pemerintah Desa Sindangwangi.

“Sudah, dan sekarang kita sepakat untuk mendukung program pemerintah berupa program MBG dengan memberdayakan warga lokal,” ucap Advi.

Advi menegaskan bahwa sebelumnya pihak yayasan juga telah menjalin kolaborasi dengan BUMDes.

Menurutnya, persoalan yang kemudian berkembang menjadi polemik lebih banyak berkaitan dengan komunikasi dan persoalan teknis di lapangan.

“Tapi sekarang sudah clear. Kita sudah mufakat untuk ke depannya,” ujarnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, pihak yayasan berharap hubungan kerja sama dengan berbagai unsur lokal dapat kembali berjalan secara konstruktif.

Evaluasi Pengelolaan Rantai Pasok

Dalam kesempatan tersebut, Advi juga menjelaskan bahwa pihak yayasan sebelumnya telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap salah satu pihak yang terlibat dalam pengelolaan rantai pasok karena menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu dievaluasi.

Setelah proses evaluasi, pengelolaan kemudian kembali dilakukan oleh pihak yayasan.

Ke depan, yayasan menyatakan akan membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi koperasi, BUMDes, UMKM, serta petani lokal.

“Mereka kami arahkan untuk masuk melalui BUMDes terlebih dahulu,” jelasnya.

Pola tersebut diharapkan dapat membuat proses pemberdayaan masyarakat lebih terkoordinasi sekaligus memberikan kepastian mengenai mekanisme kerja sama dan distribusi bahan pangan yang dibutuhkan SPPG.

Sempat Mendapat Perhatian DPRD Pangandaran

Sebelum tercapainya kesepakatan, persoalan rantai pasok bahan pangan SPPG Sindangwangi sempat mendapat perhatian Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran.

Aduan disampaikan oleh Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi berkaitan dengan persoalan penghentian kerja sama suplai bahan pangan kepada SPPG.


Keluhan tersebut juga menyangkut keterlibatan sejumlah pelaku ekonomi lokal yang sebelumnya berada dalam rantai pasok, termasuk BUMDes, petani melon dan pelaku UMKM.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Pangandaran melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi SPPG pada Kamis (3/9/2026). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPPG Sindangwangi.

Dari pemantauan tersebut, DPRD belum menemukan indikasi persoalan serius terkait dugaan monopoli pasokan.

Anggota Komisi II DPRD Pangandaran, Sri Rahayu, menilai persoalan yang berkembang lebih berkaitan dengan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.

Kolaborasi Lokal Dinilai Penting untuk Keberlanjutan MBG

Berakhirnya polemik melalui musyawarah menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat kembali koordinasi dalam pelaksanaan MBG di Desa Sindangwangi.

Program pemenuhan gizi tidak hanya membutuhkan kesiapan dapur SPPG dan ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan rantai pasok bahan pangan yang terorganisasi, transparan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Keterlibatan petani lokal, koperasi, BUMDes dan UMKM juga berpotensi memberikan efek ekonomi yang lebih luas apabila dikelola melalui mekanisme kerja sama yang jelas.

Dalam konteks tersebut, BUMDes dapat menjadi salah satu simpul koordinasi antara pelaku usaha lokal dengan kebutuhan bahan pangan SPPG.

Sementara itu, Karang Taruna dapat berperan dalam membangun komunikasi sosial dan memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui jalur dialog.

Dari Polemik Menuju Sinergi

Kini, persoalan yang sempat berkembang menjadi polemik telah menemukan titik temu.

Musyawarah di tingkat desa menjadi ruang bagi pihak yayasan, BUMDes, Karang Taruna dan unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi sekaligus menyelesaikan perbedaan komunikasi.

Kesepakatan tersebut tidak hanya mengakhiri persoalan yang terjadi, tetapi juga membuka peluang terbentuknya pola kerja sama yang lebih baik ke depan.

Pihak Yayasan ADLAN Sehat Sejahtera bersama BUMDes, Karang Taruna dan masyarakat lokal sepakat untuk mendukung keberlangsungan program MBG melalui pemberdayaan potensi yang ada di Desa Sindangwangi.

Dengan semangat musyawarah dan kolaborasi, SPPG Sindangwangi diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem MBG yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi warga dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Pangandaran.

WINews - Mengabarkan Fakta, Mengawal Aspirasi, Menjaga Independensi.

Pewarta: Nurzaman 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close