![]() |
| BUMDes Margo Rahayu Sambong bersama Dexanet turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). |
BANJARNEGARA, WINews - Sejumlah warga Desa Sambong, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, mulai merasakan beratnya kemarau panjang. Sumber air rumah tangga menyusut, sementara kebutuhan air untuk minum, memasak dan keperluan sehari-hari terus berjalan.
Kondisi tersebut mendorong BUMDes Margo Rahayu Sambong bersama Dexanet turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026).
Penyaluran dilakukan dengan mendatangi sejumlah titik permukiman yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Air dibawa menggunakan kendaraan pengangkut dengan tandon, kemudian dialirkan langsung ke wadah yang telah disiapkan warga.
Dari pantauan di lokasi, warga terlihat membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember, galon hingga tempat penampungan air rumah tangga. Petugas membantu proses pengisian agar air dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Dusun Kebutuh Lor, Kebutuh Kidul, Banjarmangu, Gupit, serta sejumlah titik di Dusun Poncol, Wanatangi.
Kedatangan armada pembawa air menjadi perhatian warga. Mereka datang membawa wadah yang tersedia di rumah masing-masing untuk mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan.
Bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan air untuk hari itu. Air dibutuhkan untuk kebutuhan paling mendasar, mulai dari minum, memasak, mencuci hingga sanitasi.
Perwakilan BUMDes Margo Rahayu mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau.
“Kekeringan tahun ini cukup membebani warga karena air bersih merupakan kebutuhan primer. Melalui sinergi dengan Dexanet, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat di Desa Sambong dan sekitarnya,” ujarnya.
Bantuan Darurat Perlu Diikuti Solusi Jangka Panjang
Distribusi air bersih memang dapat menjadi jawaban cepat ketika masyarakat menghadapi krisis air. Namun, persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau membutuhkan penanganan yang lebih permanen.
Karena itu, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPBD, dinas teknis terkait, serta pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan air bersih diharapkan dapat melihat kondisi tersebut sebagai persoalan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan air ketika sumber air mengering, tetapi juga infrastruktur penyediaan air bersih yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah satu solusi yang dapat dikaji adalah pembangunan sumur bor atau sarana penyediaan air bersih (SPAM/SAB) di wilayah yang secara geografis memiliki keterbatasan sumber air. Pembangunan jaringan distribusi, bak penampungan dan sarana pendukung lainnya juga dapat menjadi bagian dari solusi.
Jika pembangunan infrastruktur permanen belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, dukungan berupa bantuan air bersih secara berkala dan terencana juga diperlukan sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau masih berlangsung.
Harapannya, pengalaman kekeringan tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah mitigasi menghadapi musim kemarau berikutnya.
“Kami berharap perhatian dari instansi terkait tidak berhenti pada bantuan air bersih saat kondisi sudah darurat. Kalau memang wilayah ini memiliki persoalan kekeringan yang berulang, perlu dipikirkan solusi jangka panjang, seperti sumur bor, sarana air bersih atau jaringan distribusi air, sehingga warga tidak selalu menunggu bantuan setiap kali kemarau panjang,” demikian harapan yang disampaikan terkait kondisi masyarakat.
Jangan Menunggu Krisis Air Terulang
Persoalan air bersih di wilayah yang rawan kekeringan sejatinya tidak hanya muncul ketika kemarau mencapai puncaknya. Antisipasi perlu dilakukan sejak sumber air mulai menunjukkan penurunan debit.
Karena itu, pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemetaan sumber air, pembangunan sumur bor, penyediaan tandon komunal, pengembangan sarana air bersih, serta penyiapan distribusi air darurat dapat menjadi bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan sebelum krisis kembali terjadi.
Bagi warga Sambong dan wilayah sekitarnya, air yang datang melalui bantuan BUMDes Margo Rahayu dan Dexanet tentu sangat berarti. Namun, bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih membutuhkan perhatian lintas sektor.
Ketika kemarau panjang datang kembali, masyarakat seharusnya tidak lagi berada pada posisi menunggu datangnya tangki air. Mereka membutuhkan sistem penyediaan air yang lebih siap, lebih permanen dan mampu menjangkau kebutuhan warga.
Dengan demikian, kegiatan sosial yang dilakukan BUMDes Margo Rahayu dan Dexanet bukan hanya menjadi bantuan di tengah kesulitan, tetapi juga momentum untuk mendorong perhatian lebih luas terhadap ketahanan air masyarakat Desa Sambong dan wilayah rawan kekeringan di Banjarnegara.
WINews | Budhy


0 Komentar