CILACAP, WINews – Di tengah teriknya matahari siang, aktivitas pembangunan infrastruktur pertanian di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus berjalan. Proyek irigasi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan kontrol sosial yang dilakukan awak media sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi dan keterbukaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Awak media WINews yang diwakili Marjuki Wiyono turun langsung ke lokasi pekerjaan untuk melihat kondisi fisik proyek, mencatat informasi yang tersedia di lapangan, serta memperoleh gambaran mengenai proses pelaksanaan pekerjaan.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan kontrol sosial yang konstruktif, yakni tidak semata-mata mencari kekurangan, tetapi juga memberikan informasi secara berimbang ketika suatu pekerjaan dinilai berjalan baik.
Proyek Irigasi Didukung Anggaran APBN
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier yang bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Papan informasi proyek mencantumkan luas lahan yang akan mendapatkan layanan irigasi sekitar 12 hektare, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp100 juta yang bersumber dari APBN.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh UPKK Kelompok Tani Karya Manunggal Cilacap. Adapun waktu pelaksanaan tercantum mulai 4 Juni 2026 hingga 31 Desember 2026.
Keberadaan papan informasi tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam transparansi pembangunan, karena masyarakat dapat mengetahui jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai kegiatan, pelaksana, hingga jangka waktu pekerjaan.
Hasil Pantauan Lapangan
Dari pantauan visual WINews di lokasi, pekerjaan irigasi terlihat berlangsung dengan melibatkan masyarakat dan kelompok tani setempat.
Kondisi konstruksi saluran, material yang digunakan, serta tahapan pekerjaan menjadi bagian yang diamati dalam kegiatan kontrol sosial tersebut.
Marjuki Wiyono mengatakan, berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan, pekerjaan yang sedang berjalan terlihat cukup baik dan menunjukkan adanya upaya pelaksana untuk mengikuti ketentuan teknis pekerjaan.
Namun demikian, penilaian tersebut merupakan hasil pemantauan jurnalistik secara visual di lapangan dan bukan merupakan audit teknis maupun pemeriksaan resmi terhadap seluruh dokumen pekerjaan.
“Kami turun ke lapangan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mendata secara jujur dan berimbang. Di bawah terik matahari yang cukup panas ini, kami berbaur dengan warga dan pekerja agar mendapatkan gambaran yang nyata,” ujar Marjuki Wiyono saat berada di lokasi.
Menurutnya, prinsip kontrol sosial harus ditempatkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat terhadap pembangunan yang menggunakan uang negara.
Kontrol Sosial Bukan Hanya Mencari Kesalahan
Kontrol sosial terhadap proyek pemerintah sering kali identik dengan pencarian persoalan. Padahal, pengawasan publik idealnya juga memberikan apresiasi apabila suatu kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut menjadi alasan WINews melakukan pemantauan secara langsung terhadap pekerjaan irigasi di Desa Tinggarjaya.
“Ini adalah bentuk kontrol sosial yang konstruktif. Ketika pekerjaan bagus, kami katakan bagus. Ketika sesuai aturan berdasarkan hasil pantauan, kami sampaikan sesuai. Rakyat berhak tahu bagaimana uang negara dikelola di wilayah mereka sendiri,” katanya.
Dalam konteks pembangunan infrastruktur pertanian, keterbukaan informasi menjadi penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang selesai dibangun, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa pembangunan tersebut memberikan manfaat dan dikerjakan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Irigasi Strategis bagi Petani
Pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier memiliki arti penting bagi petani. Saluran irigasi merupakan salah satu infrastruktur pendukung yang berhubungan langsung dengan distribusi air menuju lahan pertanian.
Dengan cakupan layanan sekitar 12 hektare, keberadaan jaringan irigasi di Desa Tinggarjaya diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Ketersediaan air yang lebih baik dapat mendukung pengaturan pola tanam, mengurangi risiko kekurangan air pada periode tertentu, serta membantu petani dalam mempertahankan produktivitas lahan.
Manfaat tersebut tentu sangat bergantung pada kualitas konstruksi, pemeliharaan jaringan, tata kelola penggunaan air, dan keterlibatan kelompok tani setelah pekerjaan selesai.
Karena itu, keberlanjutan fungsi irigasi menjadi sama pentingnya dengan proses pembangunan fisiknya.
Keterlibatan Kelompok Tani Jadi Nilai Tambah
Pelaksanaan yang melibatkan kelompok tani juga menjadi aspek penting dalam proyek tersebut. Keterlibatan masyarakat penerima manfaat dapat membantu menciptakan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Bagi petani, jaringan irigasi bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur tersebut merupakan sarana yang menunjang aktivitas pertanian sehari-hari.
Ketika kelompok tani ikut terlibat dalam proses pembangunan maupun pemeliharaan, diharapkan kondisi jaringan dapat lebih mudah dipantau setelah pekerjaan selesai.
Masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan apabila di kemudian hari terdapat kerusakan atau persoalan yang menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
Transparansi Tetap Harus Dijaga hingga Pekerjaan Selesai
Meski hasil pemantauan sementara menunjukkan pekerjaan terlihat berjalan baik, pengawasan tidak berhenti pada satu kali kunjungan.
Tahapan pekerjaan hingga batas waktu yang tercantum dalam papan informasi perlu terus dipantau agar kualitas pekerjaan tetap terjaga sampai selesai.
Aspek yang dapat menjadi perhatian antara lain kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas material, ketepatan volume pekerjaan, kondisi konstruksi setelah selesai, serta manfaat jaringan irigasi bagi petani penerima layanan.
Dengan pengawasan bersama antara masyarakat, kelompok tani, pemerintah, dan media, pembangunan infrastruktur pertanian diharapkan dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
WINews Kawal Pembangunan untuk Kepentingan Publik
WINews akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan irigasi tersebut hingga tahap penyelesaian dan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Kontrol sosial dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi pembangunan yang faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Ketika pembangunan berjalan baik, masyarakat patut mengetahui dan memberikan apresiasi. Sebaliknya, apabila ditemukan persoalan dalam proses berikutnya, informasi tersebut juga perlu disampaikan secara proporsional dengan tetap mengedepankan konfirmasi kepada pihak terkait.
Harapannya, proyek irigasi di Desa Tinggarjaya tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani serta mendukung produktivitas pertanian di Kecamatan Sidareja dan Kabupaten Cilacap.
Pewarta: Marjuki Wiyono
Editor: WINews

0 Komentar