
Palu, WINews – Pemerintah Kota Palu melalui Inkubator Bisnis Kota Palu (INBIS Palu) berkolaborasi dengan Sasakawa Peace Foundation menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Sosial SEED for Palu Wave 2 pada 11–13 September 2026 di Asrama Haji Kota Palu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 30 peserta terpilih yang berasal dari 15 komunitas dan bisnis sosial di Kota Palu. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi untuk mengikuti program penguatan kapasitas kewirausahaan sosial yang dirancang khusus bagi generasi muda dan pelaku usaha berdampak.
SEED for Palu menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ekosistem Social and Solidarity Economy (SSE) atau ekonomi sosial dan solidaritas di Kota Palu. Program ini mendorong tumbuhnya wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Manager INBIS Palu, Andi Rizky Hardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Palu bersama Sasakawa Peace Foundation dalam mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

“Kegiatan SEED for Palu merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kota Palu bersama Sasakawa Peace Foundation dalam mengembangkan kewirausahaan bagi pemuda. Melalui dukungan ini, kami berharap pemuda di Kota Palu semakin termotivasi dalam mengembangkan komunitas maupun wirausaha sosial, serta mampu membangun usaha yang memberikan dampak positif dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Andi Rizky.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, ruang belajar dan kolaborasi seperti SEED for Palu perlu terus diperluas agar semakin banyak anak muda yang terlibat dalam pembangunan daerah melalui jalur kewirausahaan sosial.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep dan praktik kewirausahaan sosial. Materi yang diberikan mencakup cara mengidentifikasi persoalan di masyarakat, membangun empati terhadap kelompok sasaran, merancang solusi berbasis kebutuhan, hingga mengembangkan model usaha yang mampu menciptakan dampak secara berkelanjutan.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah praktisi yang memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan masyarakat, inklusi sosial, pendidikan, teknologi pertanian, hingga pengembangan bisnis yang berorientasi pada dampak sosial.
Tidak hanya berupa sesi penyampaian materi dan diskusi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan dan aktivitas pembelajaran tematik. Salah satu metode yang digunakan adalah permainan bertema negara yang dirancang untuk membantu peserta memahami dinamika sosial, ekonomi, kerja sama, hingga tantangan yang kerap terjadi dalam kehidupan nyata.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak belajar secara langsung melalui pengalaman, interaksi, kerja kelompok, serta refleksi terhadap berbagai keputusan yang diambil selama simulasi berlangsung. Metode ini dinilai mampu membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus mudah dipahami.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan. Selain memperluas wawasan tentang kewirausahaan sosial, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring dengan komunitas dan pelaku usaha sosial lainnya.
“Banyak sekali hal-hal yang baru. Kami juga bisa lebih akrab dengan rekan-rekan lain. Kegiatannya banyak mengajarkan empati serta mendorong kita untuk bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap salah seorang peserta.

Melalui SEED for Palu Wave 2, Pemerintah Kota Palu bersama para mitra berharap dapat melahirkan semakin banyak generasi muda yang mampu melihat berbagai persoalan sosial dan lingkungan sebagai peluang untuk berinovasi serta menghadirkan solusi yang berdampak.
Program ini juga diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan Kota Palu yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha muda yang mampu menciptakan keseimbangan antara nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat.
Pewarta: Junaidi
0 Komentar