LABUHANBATU, WINEWS TV - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar SMA Negeri 3 Rantauprapat dalam ajang Festival Budaya Melayu yang digelar di Lapangan Sepak Bola Afd II Aek Tayas, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.Dalam festival yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan tersebut, Ariska Natasya Br Siregar, siswi kelas XII/6 SMA Negeri 3 Rantauprapat, berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus.
Ariska meraih Juara 1 lomba vokal solo budaya Melayu serta Juara Harapan 2 kategori busana terbaik. Dua penghargaan tersebut menjadi catatan positif bagi sekolah sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki perhatian terhadap seni dan budaya Melayu.
Kegiatan Festival Budaya Melayu tersebut diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Labuhanbatu (ULB). Kompetisi diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari sembilan kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu.
Peran Sekolah dalam Mengembangkan Bakat Siswa
Keberhasilan Ariska tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga dan pihak sekolah.
Saat ditemui jurnalis Warta Indonesia News TV pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, di lokasi kegiatan, orang tua Ariska mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan serta pembinaan yang diberikan pihak sekolah.
Dengan penuh haru, ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMA Negeri 3 Rantauprapat, Irma Sary, S.Pd.I, yang dinilai telah memberikan pembinaan kepada putrinya dalam kegiatan belajar maupun pengembangan potensi siswa.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Rantauprapat, Irma Sary, S.Pd.I, yang telah membimbing dan membina anak saya dalam kegiatan belajar mengajar sampai akhirnya mendapatkan Juara 1 dalam perlombaan festival budaya Melayu vokal solo dan Juara Harapan 2 busana terbaik,” ungkapnya.

Rasa bahagia tersebut bahkan membuat orang tua Ariska meneteskan air mata. Baginya, prestasi yang diraih sang anak bukan sekadar piala, tetapi menjadi hasil dari proses belajar, latihan, dukungan keluarga, serta kesempatan yang diberikan sekolah untuk mengembangkan bakat.
Festival Menjadi Ruang Mencari Bibit Seni Berbakat
Ketua Panitia Festival Budaya Melayu, Soni Raja Prabowo Turnip, yang didampingi Ketua KKN ULB Muhammad Yassir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya.
Menurutnya, peserta yang tampil merupakan bagian dari potensi generasi muda yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
“Dalam kegiatan ini kita mencari bibit-bibit unggul yang bisa ditampilkan untuk pertandingan tingkat provinsi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa festival budaya dapat menjadi salah satu sarana pembinaan generasi muda, khususnya dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional di tengah perkembangan budaya populer dan teknologi digital.
Pelestarian Budaya Dimulai dari Generasi Muda
Festival Budaya Melayu memiliki arti penting karena memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal, mempelajari, sekaligus menampilkan kekayaan budaya daerah.
Melalui kategori vokal solo dan busana, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tampil di atas panggung, tetapi juga memahami unsur budaya yang mereka bawakan.
Prestasi Ariska menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan bakat di lingkungan sekolah dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya lokal. Dukungan sekolah, keluarga, mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan generasi muda berprestasi.
Bagi Labuhanbatu, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada generasi berikutnya.

Didukung Berbagai Pihak
Pelaksanaan Festival Budaya Melayu tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, baik perusahaan, organisasi, media, maupun pemerintahan desa.
Adapun pihak yang disebut sebagai sponsor atau pendukung kegiatan antara lain:
1. PTPN IV Regional 1 Rantauprapat
2. Media Swara Prima
3. PUDAM Tirta Bina
4. PT Nur Armaz Sejahtera
5. Partai Demokrat
6. Pucuk Rebung
7. Dunia Melayu Dunia Islam
8. Karakter Kopi
9. Pemerintah Desa Afd II PTPN IV Regional 1 Rantauprapat
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan seni dan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Dua penghargaan yang diraih Ariska Natasya Br Siregar pun menjadi penutup manis bagi perjuangannya dalam mengikuti Festival Budaya Melayu. Lebih dari sekadar membawa pulang dua piala, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa bakat pelajar dapat berkembang ketika mendapatkan pembinaan, kesempatan tampil, dukungan keluarga, serta lingkungan pendidikan yang mendorong prestasi.
Ajang seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin luas, sehingga lebih banyak pelajar di Kabupaten Labuhanbatu memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus ikut menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Pewarta: DR. Rangkuti
Warta Indonesia News TV (WIN TV)
0 Komentar