-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Tak Kunjung Direalisasikan, Asrama LPM Pasangkayu Terbengkalai dan Jadi Sasaran Pencurian

    Warta Indonesia News
    13 Jan 2026, 16:11 WIB


    Palu, Wartaindonesianews.co.id - Asrama Lembaga Pelajar Mahasiswa (LPM) Pasangkayu yang berada di Kota Palu kini dalam kondisi terbengkalai dan memprihatinkan.


    Bangunan yang seharusnya menjadi tempat tinggal sekaligus pusat aktivitas mahasiswa asal Pasangkayu itu dilaporkan rusak dan kerap menjadi sasaran pencurian.


    Kondisi tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Sarudu (IPMKS), Ardiansa, berdasarkan hasil pengamatan langsung di lokasi, pada Senin 12 Januari 2026. 


    Ia menyebutkan, tidak adanya perawatan dan pengamanan menyebabkan sejumlah fasilitas asrama mengalami kerusakan bahkan hilang.


    “Kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian bangunan, mulai dari dap air, pintu, jendela, instalasi listrik, lampu, hingga pagar. Sejumlah aset juga dilaporkan hilang akibat pencurian yang terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026,” ujar Ardiansa.


    Ironisnya, menurut Ardiansa, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu telah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi asrama. Namun hingga kini, peninjauan tersebut tidak pernah diikuti dengan langkah konkret berupa perbaikan maupun pengamanan bangunan.


    “Peninjauan dari Pemda Pasangkayu sudah sering dilakukan, tetapi sampai hari ini tidak ada realisasi apa pun. Asrama tetap dibiarkan terbengkalai tanpa pengamanan,” tegasnya.


    Asrama LPM Pasangkayu bukan sekadar tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga berfungsi sebagai pusat aktivitas organisasi kemahasiswaan.


    Di lokasi tersebut, mahasiswa menjalankan pengkaderan, diskusi ilmiah, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa asal Pasangkayu. Keberadaan asrama juga dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi orang tua karena mahasiswa tidak perlu menyewa rumah kos di Kota Palu.

    “Asrama ini seharusnya menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Pasangkayu. Selain tempat tinggal, di sini kami membangun solidaritas dan mengembangkan kapasitas intelektual melalui kegiatan organisasi,” tambah Ardiansa.

    Dampak pembiaran asrama turut dirasakan langsung oleh para penghuni. Salah seorang mahasiswa, Muh Ikram, mengaku mengalami kerugian material akibat pencurian yang terjadi di lingkungan asrama.

    “Beberapa barang pribadi saya hilang, seperti laptop, kompor, tabung gas, hingga lampu. Ini sangat mengganggu aktivitas perkuliahan dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.


    Mahasiswa juga menyoroti minimnya pengamanan yang membuat asrama rawan dimasuki orang tak dikenal, terutama pada malam hari. Kondisi bangunan yang rusak semakin memperparah rasa tidak aman bagi para penghuni.


    Menurut Ardiansa, pembiaran ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengelola aset daerah. Selain berpotensi menimbulkan kerugian negara akibat hilangnya aset, kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan mahasiswa.


    IPMKS mendesak Pemda Kabupaten Pasangkayu untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengamanan aset, perbaikan fasilitas, hingga kejelasan status dan pemanfaatan asrama ke depan.


    “Kami berharap pemerintah tidak hanya datang meninjau, tetapi juga bertanggung jawab melalui tindakan nyata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, mahasiswa akan terus menjadi korban,” tegas Ardiansa.



    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pasangkayu terkait penanganan maupun rencana pemanfaatan kembali Asrama LPM Pasangkayu.


    Pewarta: JD

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams