Banjarnegara, wartaindonesianews.co.id – Senyum haru dan rasa syukur menyelimuti warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan. Sebanyak 36 unit hunian tetap (huntap) akhirnya rampung dibangun dan resmi bisa ditempati, tepat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Peresmian huntap dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin (23/2). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan sertifikat hak milik kepada para warga penerima manfaat, sebagai bentuk kepastian hukum atas tempat tinggal baru mereka.
Gubernur Luthfi menyampaikan, pembangunan huntap ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
“Pemprov yang membangunkan rumahnya dan Pemkab yang menyediakan lahan relokasinya. Semoga ini bisa menjadi tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dilakukan setengah hati. Pemerintah, menurutnya, harus hadir sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
“Saat di tengah masyarakat terjadi bencana maka pemerintah harus menyertai, memberikan solusi dan melakukan percepatan saat penanganan dan pasca bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemprov Jawa Tengah yang telah merealisasikan pembangunan huntap bagi warganya.
“Kebahagiaan tersendiri bagi warga, karena mereka akan lebaran di rumah baru,” ucapnya.
nggh ketone pan kadatah banget ling kelur ke google
“Mulai dihuni bisa per hari ini. Setelah sertifikat dan kunci diberikan, warga sudah diperbolehkan menempati,” jelasnya.
Bupati Amalia menambahkan, total rumah yang direlokasi akibat bencana tanah bergerak mencapai 80 unit. Proses relokasi sendiri berlangsung bertahap sejak 2011 karena berbagai faktor teknis dan administratif.
“Saat ini merupakan tahap relokasi terakhir dengan diselesaikannya pembangunan 36 rumah,” terangnya.
“Dulu di tempat yang lama kalau hujan rasanya was-was. Sekarang di sini sudah merasa lebih tenang,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan selesainya pembangunan huntap Aribaya, pemerintah berharap tak hanya menghadirkan rumah yang kokoh, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan martabat warga terdampak bencana.
Tahun ini, Lebaran menjadi lebih bermakna bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang awal baru di rumah sendiri.
Pewarta: Nur S




0 Komentar