
Morowali – Koordinator Aliansi Masyarakat Desa Unsongi, Zulfikar, mengaku menerima serangkaian ancaman dan intimidasi dari pihak yang tidak dikenal di tengah upayanya bersama masyarakat memperjuangkan hak-hak warga Desa Unsongi.
Zulfikar mengatakan ancaman tersebut diterimanya pada Rabu, 3 Juni 2026, melalui pesan yang dikirim oleh sebuah akun misterius. Pesan itu berisi kalimat-kalimat bernada ancaman dan intimidasi yang ditujukan kepada dirinya sebagai salah satu tokoh yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.
Meski demikian, Zulfikar menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan menghentikan perjuangannya dalam membela kepentingan masyarakat.
“Ancaman dan intimidasi yang saya terima tidak akan membuat saya berhenti memperjuangkan hak-hak masyarakat Desa Unsongi. Justru tindakan seperti ini semakin menguatkan keyakinan kami bahwa jalan perjuangan yang kami tempuh adalah jalan yang benar,” ujar Zulfikar.
Menurutnya, pihak yang melakukan intimidasi kemungkinan menganggap tekanan fisik maupun psikologis dapat melemahkan semangat perjuangan masyarakat. Namun, ia menilai tekanan tersebut justru semakin memperkuat solidaritas dan tekad warga untuk memperjuangkan keadilan.
“Mereka mungkin berpikir bahwa dengan melakukan intimidasi fisik maupun tekanan psikologis saya akan berhenti memperjuangkan hak rakyat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Intimidasi itu menjadi kayu bakar perjuangan kami. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin kuat pula keyakinan kami untuk terus berdiri bersama masyarakat,” katanya.
Zulfikar juga menyinggung berbagai peristiwa sejarah yang menurutnya menunjukkan bahwa perjuangan menegakkan keadilan kerap menghadapi tantangan dan tekanan. Ia mencontohkan Peristiwa Karbala sebagai simbol keteguhan dalam mempertahankan kebenaran meskipun harus menghadapi risiko besar.
“Sejarah mengajarkan bahwa keberanian untuk berdiri di pihak yang benar tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut,” ujarnya.
Aliansi Masyarakat Desa Unsongi menilai ruang demokrasi harus tetap dijaga dari segala bentuk ancaman dan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi secara damai. Karena itu, mereka meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap dugaan intimidasi yang diterima serta menjamin keamanan warga negara dalam menyampaikan pendapat.
Di akhir pernyataannya, Zulfikar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Desa Unsongi dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, menjaga lingkungan, serta memperjuangkan masa depan generasi yang akan datang.
“Perjuangan ini bukan tentang satu orang. Perjuangan ini adalah tentang hak masyarakat, tentang keadilan, dan tentang masa depan Desa Unsongi. Karena itu, kami akan terus berjalan bersama rakyat tanpa rasa takut terhadap segala bentuk intimidasi yang mencoba membungkam suara masyarakat,” tutupnya.
Pewarta: Junaidi
0 Komentar