BANJARNEGARA, WINews - Upaya meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), pelatihan Levelling Tingkat Dasar kembali digelar untuk membekali pelaku usaha mikro dan wirausaha pemula dengan keterampilan yang relevan di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banjarnegara pada 8–9 Juni 2026 ini merupakan angkatan pertama dari program pengembangan kapasitas UMKM. Sementara angkatan kedua dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Juni 2026. Setiap angkatan diikuti oleh 20 peserta terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Membangun UMKM Tangguh di Era Transformasi Digital
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, berinovasi, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan bisnis,” ujar Adi saat membuka kegiatan.
Ia mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha. Dalam dunia bisnis, berbagai hambatan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dengan sikap optimis dan mental yang kuat.

“Usaha yang berkembang adalah usaha yang dijalankan secara konsisten. Jangan pernah berhenti belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Bahkan kegagalan orang lain dapat menjadi pelajaran berharga agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.
Adi juga menekankan pentingnya membangun karakter wirausaha yang tangguh dan mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh. Sebagai motivasi, ia mengajak peserta menyimak lagu Jangan Menyerah yang dipopulerkan grup musik D’Masiv sebagai simbol semangat pantang menyerah dalam berwirausaha.
Pelatihan Digital Skill untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang sesuai kebutuhan bisnis modern. Materi yang diberikan mencakup Social Media Marketing, Personal Branding, Strategi Branding, Hard Selling dan Soft Selling, Public Speaking, hingga sesi berbagi pengalaman melalui True Story Bisnis.
Salah satu narasumber, Triawanda Tirta Aditya, praktisi digital marketing sekaligus Founder dan CEO Taggallery Agency, menjelaskan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk UMKM.
Ia menilai pelaku usaha harus memahami karakteristik masing-masing platform digital agar strategi pemasaran yang dijalankan dapat menghasilkan dampak maksimal.
“Setiap platform memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu menyusun konten yang sesuai dengan tujuan pemasaran dan tahapan perjalanan konsumen atau marketing funnel,” jelasnya.
Triawanda juga menekankan pentingnya membangun identitas merek yang kuat melalui personal branding dan branding usaha yang konsisten. Menurutnya, kepercayaan pelanggan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pemasaran digital dalam jangka panjang.
“Semakin luas jangkauan audiens dan semakin banyak pengikut yang terlibat dengan akun usaha, maka peluang pertumbuhan bisnis juga semakin besar. Namun yang paling penting adalah membangun hubungan yang baik dan kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Public Speaking Jadi Modal Penting Pengembangan Bisnis
Selain keterampilan digital, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai public speaking dari Mulyo Budi Setiawan, akademisi dan praktisi bisnis asal Semarang.
Dalam materinya, Mulyo menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pelaku usaha. Keterampilan tersebut dibutuhkan saat menawarkan produk, melakukan presentasi bisnis, menjalin kemitraan, hingga membangun jejaring usaha.
Peserta dibekali berbagai teknik komunikasi efektif, cara meningkatkan rasa percaya diri, serta strategi menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif kepada calon pelanggan maupun mitra bisnis.
“Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kredibilitas pelaku usaha sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan,” ungkapnya.
Pelaku UMKM Antusias Ikuti Program Pengembangan Kapasitas
Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari konveksi, laundry, katering, fotografi, hingga industri kreatif lainnya.
Mereka mengikuti seluruh sesi dengan antusias karena materi yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Melalui program pelatihan berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan omzet, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pewarta: Nursoleh

0 Komentar