
BANYUMAS, WINews - Penutupan Jembatan Serayu di Kecamatan Banyumas yang dijadwalkan mulai 15 Juni 2026 untuk keperluan perbaikan dipastikan akan berdampak signifikan terhadap operasional angkutan umum di jalur selatan Jawa Tengah. Sejumlah armada bus mikro yang melayani rute Purwokerto–Banyumas–Gombong–Kebumen serta Banjarnegara via Somagede harus melakukan pengalihan jalur melalui akses alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Kebijakan tersebut tidak hanya memengaruhi pola perjalanan kendaraan umum, tetapi juga berpotensi menambah waktu tempuh perjalanan penumpang akibat rute yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Jalur Alternatif Melalui Papringan dan Jembatan Pegalongan
Selama Jembatan Serayu ditutup, seluruh kendaraan dari arah selatan menuju Purwokerto akan dialihkan melalui jalur Kalisube–Papringan–Pegalongan dengan memanfaatkan jembatan baru di wilayah Pegalongan sebagai akses pengganti.
Penasehat Paguyuban Terminal sekaligus Koordinator Bus Mikro Jalur Selatan via Banyumas, Mujiono, SE., SH., menjelaskan bahwa pengalihan arus merupakan langkah yang tidak dapat dihindari demi kelancaran proyek perbaikan jembatan.
Menurutnya, seluruh operator dan pengemudi telah diminta untuk menyesuaikan pola operasional sejak awal masa penutupan guna menghindari kebingungan di lapangan.
“Ya, tentu akan memakan waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan biasanya,” ujar Mujiono saat ditemui di Terminal Purwokerto, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan yang datang dari arah Banjarnegara via Somagede, Gombong, maupun Kebumen menuju Purwokerto nantinya tidak dapat lagi melintasi Jembatan Serayu. Dari kawasan Pasar Banyumas, armada akan diarahkan menuju jalur barat melalui Kalisube dan Papringan, kemudian menyeberang menggunakan Jembatan Pegalongan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Purwokerto.
Setelah melewati Pegalongan, kendaraan akan kembali menuju jalur utama melalui Wlahar, Kaliori, Kalibagor, dan Sokaraja sebelum masuk ke Terminal Purwokerto.
Bus dari Purwokerto Menuju Selatan Juga Dialihkan
Pengalihan rute tidak hanya berlaku bagi kendaraan dari arah selatan. Bus mikro yang berangkat dari Terminal Purwokerto menuju Banyumas, Gombong, Kebumen maupun Banjarnegara via Somagede juga diwajibkan melewati jalur yang sama.
Armada dari Purwokerto akan keluar dari jalur utama melalui pertigaan Kaliori menuju Pegalongan, kemudian melintasi jembatan baru dan jalur Papringan sebelum kembali masuk ke trayek reguler di wilayah Pasar Banyumas.
Dengan pola tersebut, seluruh layanan angkutan umum tetap dapat beroperasi meskipun akses utama melalui Jembatan Serayu ditutup sementara.
Operator Diminta Tetap Utamakan Pelayanan Penumpang
Meski harus menempuh rute yang lebih panjang dan membutuhkan waktu tambahan, para operator bus mikro tetap diwajibkan menjalankan trayek secara penuh hingga tujuan akhir. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan hak penumpang tetap terpenuhi selama masa pengalihan arus.
Mujiono menegaskan bahwa pengemudi tidak diperbolehkan mempersingkat perjalanan apabila masih terdapat penumpang di dalam kendaraan.
Menurutnya, kendaraan dari arah selatan hanya diperbolehkan putar balik di Pasar Banyumas, sedangkan kendaraan dari arah utara dapat berbalik arah di pertigaan Kaliori apabila kondisi armada benar-benar kosong tanpa penumpang.
“Kalau bus kosong tanpa penumpang boleh putar balik. Tetapi jika masih ada penumpang, meskipun hanya satu orang, kendaraan tetap harus melanjutkan perjalanan sampai Terminal Purwokerto. Prinsip kami adalah tidak boleh menelantarkan penumpang,” tegasnya.
Operator Bus AKAP Masih Menunggu Arahan Resmi
Sementara itu, dampak penutupan Jembatan Serayu terhadap operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih menunggu kepastian lebih lanjut. Salah satu perwakilan perusahaan bus jurusan Purwokerto–Yogyakarta mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima instruksi resmi dari kantor pusat terkait skema pengalihan jalur.
Pihak operator masih melakukan koordinasi internal untuk menentukan langkah operasional yang akan diterapkan selama proses perbaikan jembatan berlangsung.
“Kami di Purwokerto sampai saat ini belum menerima informasi resmi dari kantor pusat terkait pengalihan jalur,” ungkapnya.
Masyarakat Diminta Mengatur Waktu Perjalanan
Dengan dimulainya penutupan Jembatan Serayu pada pertengahan Juni 2026, masyarakat yang rutin menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi di jalur Banyumas–Purwokerto diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan waktu tempuh dan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas alternatif.
Pengguna jalan disarankan mengatur jadwal keberangkatan lebih awal agar aktivitas perjalanan, pekerjaan, maupun pendidikan tidak terganggu selama masa perbaikan infrastruktur berlangsung.
Perbaikan Jembatan Serayu sendiri diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dalam jangka panjang, meskipun selama proses pengerjaan masyarakat harus menghadapi sejumlah penyesuaian rute dan waktu perjalanan.
Pewarta: Nunung
0 Komentar