BULUKUMBA, WINews - Aparat kepolisian terus mendalami kasus meninggalnya seorang siswi SMA Negeri 4 Bulukumba, Elmi Febrianti (20), yang tenggelam di kawasan wisata Apparallang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Minggu (7/6/2026).
Peristiwa tragis yang menyita perhatian masyarakat ini kini memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Bulukumba. Selain mengumpulkan keterangan saksi, penyidik juga berencana meminta klarifikasi dari pihak pengelola objek wisata terkait standar keselamatan dan legalitas operasional kawasan wisata tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa lokasi wisata Apparallang belum memiliki izin operasional resmi serta belum menerapkan standar keamanan yang memadai bagi para pengunjung. Sejumlah warga menilai minimnya fasilitas keselamatan, seperti rambu peringatan di area berisiko dan ketersediaan alat pelampung darurat, dapat meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan wisata.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban untuk mendukung proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dikutip dari media lokal Sulsel Herald melalui unggahan pada Senin (8/6/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui datang ke kawasan wisata Apparallang bersama rekannya. Setibanya di lokasi, keduanya menuju area dermaga yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto.
Korban kemudian berjalan di atas papan kayu yang digunakan sebagai spot foto di tepi laut, sementara rekannya berada di atas tebing untuk mengambil gambar sesuai permintaan korban. Namun nahas, saat berada di atas papan tersebut korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke laut.
Upaya pencarian segera dilakukan setelah korban dilaporkan tenggelam. Tim SAR bersama unsur terkait akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Keselamatan Wisata Jadi Perhatian
Insiden ini memunculkan berbagai respons dari masyarakat Bulukumba yang meminta pemerintah daerah dan pengelola objek wisata untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan pengunjung. Menurut warga, pengembangan sektor pariwisata harus dibarengi dengan penerapan standar keamanan yang ketat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Pengunjung wisata, baik dari dalam maupun luar daerah, membutuhkan jaminan keamanan selama berada di lokasi wisata. Karena itu, keberadaan fasilitas keselamatan, petugas pengawas, papan peringatan bahaya, hingga prosedur tanggap darurat dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Selain sebagai destinasi unggulan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Apparallang juga menjadi wajah pariwisata Kabupaten Bulukumba. Oleh sebab itu, pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pengunjung dinilai penting untuk menjaga citra positif daerah serta meningkatkan kepercayaan wisatawan di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan oleh pihak kepolisian masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh fakta terkait peristiwa tersebut.
Reporter: Saifuddin Gassing | Korwil Sulawesi Selatan

0 Komentar