Breaking News

Audio Reader
Speed:

Satu Suro Penuh Keharmonisan: LSM Harimau Padaherang dan Masyarakat Bersatu Lestarikan Budaya

TEGAL, WINews – Peringatan malam Satu Suro 2026 berlangsung penuh khidmat, semarak, dan sarat makna budaya di Padepokan Wulan Tumanggal, Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Acara yang menjadi agenda tahunan tersebut berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan, spiritualitas, dan pelestarian warisan budaya Nusantara.

Malam Satu Suro yang dikenal sebagai momentum refleksi diri dalam tradisi masyarakat Jawa menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas budaya yang hadir dari sejumlah daerah.

Sejak sore hari, kawasan padepokan telah dipadati masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan arak-arakan budaya yang melibatkan warga setempat dan para tamu undangan. Iringan musik tradisional serta berbagai simbol budaya khas Nusantara menciptakan suasana yang meriah sekaligus penuh nilai filosofis.

Atraksi Pencak Silat dan Tari Sunda Memukau Pengunjung

Salah satu daya tarik utama dalam peringatan Satu Suro kali ini adalah penampilan seni budaya berupa atraksi pencak silat dan tarian khas Sunda dari Jawa Barat. Pertunjukan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin karena mampu menampilkan perpaduan antara kekuatan, ketangkasan, keindahan, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Gerakan pencak silat yang tegas dan penuh disiplin memperlihatkan filosofi penghormatan, keberanian, dan pengendalian diri. Sementara itu, tarian Sunda yang dibawakan dengan lemah gemulai menghadirkan nuansa keanggunan dan kelembutan khas budaya Tatar Pasundan.

Penampilan kedua kesenian tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai kekayaan tradisi Indonesia.

Simbol Syukur dan Doa Bersama dalam Tradisi Tumpengan

Sebagai puncak acara, panitia menyelenggarakan prosesi tumpengan yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan keberkahan yang diterima masyarakat selama ini.

Tradisi tumpeng yang telah diwariskan turun-temurun dalam budaya Jawa memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus simbol kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Doa bersama yang dipimpin tokoh agama berlangsung khusyuk dan menjadi momentum refleksi untuk menyongsong tahun baru Jawa dengan harapan kehidupan yang lebih baik, damai, dan penuh keberkahan.

LSM Harimau Padaherang Tunjukkan Semangat Kebersamaan

Dalam kegiatan tersebut, LSM Harimau Padaherang turut hadir dan berpartisipasi aktif bersama masyarakat. Kehadiran organisasi tersebut mendapat sambutan positif karena menunjukkan komitmen dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, serta memperkuat nilai persatuan di tengah masyarakat.

Para anggota LSM terlihat membaur dengan warga, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh pengurus Padepokan Wulan Tumanggal. Mereka bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran acara sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Momentum kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa keberagaman latar belakang organisasi, budaya, maupun profesi tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam menjaga tradisi dan memperkuat persaudaraan.

Tokoh Padepokan Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

Ketua Padepokan Wulan Tumanggal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta LSM Harimau Padaherang yang telah hadir dan berpartisipasi dengan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya mampu menyatukan berbagai perbedaan dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas budaya semata, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menjaga Persatuan Melalui Budaya Lokal

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa hingga akhir acara. Tumpeng yang telah didoakan kemudian dibagikan kepada seluruh peserta sebagai simbol berbagi rezeki, keberkahan, dan rasa syukur.

Peringatan malam Satu Suro di Padepokan Wulan Tumanggal tahun ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi perekat sosial yang memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, nilai gotong royong, toleransi, penghormatan terhadap tradisi, serta kecintaan terhadap budaya lokal diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Malam Satu Suro bukan sekadar perayaan tradisi, melainkan momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai spiritual, serta menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap lestari sepanjang masa.

Pewarta: Marjuki Wiyono 
Editor: Nursoleh 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close