Foto: Salah seorang peserta penyandang disabilitas tunanetra mengikuti Seleksi Mandiri UNTAD 2026 dengan pendampingan panitia.
Palu, WINews - Pelaksanaan Seleksi Mandiri (SM) Universitas Tadulako (UNTAD) Tahun 2026 yang berlangsung di Media Center Universitas Tadulako sejak 10 Juni hingga 18 Juni 2026 tidak hanya berjalan lancar dan tertib, tetapi juga menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif. Pada seleksi tahun ini, UNTAD memfasilitasi peserta penyandang disabilitas agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan memperoleh kesempatan yang setara dengan peserta lainnya.
Koordinator Pelaksana Seleksi Mandiri UNTAD, Dr. Adfiyanti Fadjar, S.H., LL.M., mengungkapkan bahwa terdapat dua peserta penyandang disabilitas yang mengikuti Seleksi Mandiri tahun ini, yakni satu peserta tunanetra dan satu peserta tunadaksa. Menurutnya, panitia telah menyiapkan dukungan dan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta sehingga mereka dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik.
“Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Tidak ada pengkotakan atau perlakuan berbeda. Semua peserta kami fasilitasi agar dapat mengikuti proses seleksi secara inklusif,” ujar Dr. Adfiyanti.
Ia mengatakan, penyediaan fasilitas bagi peserta penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen Universitas Tadulako dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Menurutnya, komitmen tersebut juga sejalan dengan perhatian dan arah kebijakan pimpinan universitas di bawah kepemimpinan Rektor UNTAD, Prof. Dr. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang memberikan akses setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
“Ini merupakan bagian dari komitmen UNTAD dan juga komitmen pimpinan universitas untuk mewujudkan kampus yang inklusif. Kami ingin memastikan bahwa setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi dan mengembangkan potensinya tanpa hambatan,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya UNTAD dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kehadiran peserta disabilitas dalam Seleksi Mandiri tahun ini menjadi bukti bahwa kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa diskriminasi.
Komitmen tersebut bukan hanya ditunjukkan pada pelaksanaan Seleksi Mandiri. Sebelumnya, saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, UNTAD juga memfasilitasi dua peserta penyandang disabilitas, masing-masing satu peserta tunadaksa dan satu peserta tunarungu. Dukungan dan penyesuaian yang diperlukan diberikan agar para peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan setara dengan peserta lainnya.
Menurut Dr. Adfiyanti, penyediaan fasilitas bagi peserta disabilitas telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan UNTAD dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Karena itu, setiap jalur penerimaan mahasiswa baru, baik melalui UTBK-SNBT maupun Seleksi Mandiri, selalu berupaya mengakomodasi kebutuhan peserta berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain aspek inklusivitas, pelaksanaan Seleksi Mandiri UNTAD 2026 juga berlangsung dengan baik dari sisi teknis. Seluruh tahapan telah dipersiapkan jauh hari dengan mengacu pada pengalaman pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebelumnya. Panitia bekerja sama dengan Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK), Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK), pengelola Barang Milik Negara (BMN), serta pihak keamanan kampus untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Di tengah pelaksanaan seleksi, Kota Palu sempat diguncang gempa bumi pada 16 Juni 2026. Namun kondisi tersebut tidak berdampak terhadap ruang ujian maupun fasilitas yang digunakan peserta. Seluruh kegiatan tetap berlangsung normal hingga hari terakhir pelaksanaan ujian.
“Alhamdulillah pelaksanaan ujian tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada kerusakan pada ruang ujian maupun fasilitas yang digunakan, sehingga seluruh proses dapat berlangsung normal,” jelasnya.
Tingkat kehadiran peserta juga tercatat tinggi dan panitia tidak menemukan adanya praktik kecurangan selama ujian berlangsung. Evaluasi yang muncul lebih banyak berkaitan dengan peserta yang mengalami kesulitan mengakses akun email yang digunakan saat proses pendaftaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan peserta, UNTAD juga meningkatkan sarana dan prasarana pelaksanaan ujian. Tahun ini panitia memanfaatkan perangkat komputer baru serta meja ujian yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui pelaksanaan Seleksi Mandiri Tahun 2026, UNTAD tidak hanya berhasil menyelenggarakan proses seleksi yang aman dan tertib, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Dukungan terhadap peserta disabilitas, baik pada pelaksanaan UTBK-SNBT maupun Seleksi Mandiri 2026, menjadi wujud nyata upaya universitas dalam memastikan setiap calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut sekaligus mempertegas langkah UNTAD di bawah kepemimpinan Prof. Amar dalam membangun kampus yang terbuka, ramah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan menyediakan akses dan fasilitas yang setara bagi penyandang disabilitas, UNTAD terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat dijangkau oleh semua tanpa terkecuali.
Pewarta: Junaidi


0 Komentar