Breaking News

Audio Reader
Speed:

Untad Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Prestasi Selama 13 Tahun Berturut-turut

 


Palu, WINews - Universitas Tadulako (Untad) kembali mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP), laporan keuangan Untad tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Pencapaian tersebut memperpanjang rekam jejak Untad yang secara konsisten meraih opini audit tertinggi sejak berstatus Badan Layanan Umum (BLU) pada 2012. Dengan demikian, perguruan tinggi negeri terbesar di Sulawesi Tengah itu telah mempertahankan opini WTP selama kurang lebih 13 tahun secara beruntun.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Untad, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si., menjelaskan bahwa hasil audit tersebut menjadi gambaran bahwa tata kelola dan pelaporan keuangan universitas dinilai telah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Menurutnya, opini WTP yang kembali diraih menunjukkan bahwa proses pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, telah memenuhi standar yang ditetapkan auditor independen. Meski demikian, berbagai aspek tetap akan terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di masa mendatang.

Ia menyebut, keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak lepas dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu indikatornya adalah capaian pendapatan universitas yang terus bergerak sesuai target, serta pelaksanaan anggaran yang berjalan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan.

Selain itu, koordinasi antarunit kerja, termasuk dukungan dari Satuan Pengawas Internal (SPI), dinilai berperan penting dalam mendukung kelancaran proses audit dan penguatan sistem pengendalian internal di lingkungan kampus.

Untuk menjaga capaian tersebut, Untad terus melakukan pembenahan melalui peningkatan kualitas perencanaan anggaran, percepatan realisasi program, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), hingga penguatan regulasi internal di bidang keuangan.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus pengembangan. Untad saat ini terus mengoptimalkan sistem perencanaan dan keuangan yang terintegrasi, termasuk penerapan sistem digital dalam proses pembayaran remunerasi yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Tidak hanya itu, layanan transaksi keuangan juga mulai memanfaatkan sistem perbankan berbasis digital seperti virtual account dan QRIS guna meningkatkan transparansi serta mengurangi potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana.

Di sektor pengembangan pendapatan, universitas berupaya mengoptimalkan pemanfaatan berbagai aset yang dimiliki. Sejumlah fasilitas kampus, laboratorium, hingga asrama mahasiswa menjadi bagian dari potensi yang sedang dikembangkan untuk mendukung peningkatan sumber pendapatan non-akademik.

Untad juga tengah menjalin kolaborasi dengan PT Pegadaian untuk mendukung pemberdayaan pelaku UMKM di lingkungan kampus, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi yang memberikan manfaat bagi universitas dan masyarakat.

Sementara itu, pengembangan aplikasi Barang Milik Negara (BMN) juga terus dilakukan. Sistem tersebut nantinya akan membantu pengelolaan aset, pemantauan fasilitas, serta kebutuhan pemeliharaan gedung secara lebih efektif dan terintegrasi.

Pihak universitas berharap seluruh sivitas akademika dapat terus menjaga budaya tata kelola yang baik dengan mematuhi mekanisme dan aturan pengelolaan keuangan yang berlaku.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama sekitar 13 tahun berturut-turut menjadi bukti komitmen Universitas Tadulako dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi.



Pewarta: Junaidi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close