Breaking News

Audio Reader
Speed:

Ziarah Jejak Sunan Bonang, Satria Kencana Nusantara Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Warisan Budaya Nusantara



Foto : Ketua SKN R. Abdul Latif bersama rombongan ziaroh ke Makom Sunan Bonang

WINews, Rembang - Di tengah perjalanan menuju Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur, rombongan Satria Kencana Nusantara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum R. Abd. Latif menyempatkan diri melakukan ziarah dan kunjungan budaya ke kawasan Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada hari Minggu 28/06/2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para tokoh penyebar Islam di Nusantara.

Menelusuri Jejak Sejarah Sunan Bonang di Lasem

Lasem dikenal sebagai salah satu wilayah bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan dakwah Islam di Pulau Jawa. Di kawasan Pasujudan Sunan Bonang, rombongan Satria Kencana Nusantara disambut hangat oleh keluarga juru kunci yang selama bertahun-tahun menjaga dan merawat situs bersejarah tersebut.

Dalam suasana penuh keakraban, rombongan melakukan silaturahmi sekaligus mendengarkan berbagai kisah sejarah yang diwariskan secara turun-temurun mengenai perjalanan hidup dan dakwah Sunan Bonang, salah satu tokoh penting dalam jajaran Wali Songo.

Keluarga juru kunci juga memberikan penjelasan mengenai berbagai peninggalan bersejarah yang hingga kini masih terawat dan menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah.

Situs Bersejarah yang Menjadi Daya Tarik Spiritual dan Budaya

Di kawasan Pasujudan Sunan Bonang terdapat sejumlah peninggalan yang memiliki nilai sejarah tinggi, antara lain:

Makam Sunan Bonang yang berada di Desa Bonang.

Batu Pasujudan yang diyakini menyimpan bekas tapak kaki dan tangan Sunan Bonang.

Makam Putri Cempo, yang dikenal sebagai ibunda Raden Fatah, pendiri Kesultanan Demak.

Sumur peninggalan Sunan Bonang yang hingga saat ini airnya tetap jernih dan dimanfaatkan masyarakat sekitar Kampung Bonang.

Keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti penting perjalanan sejarah Islam di Jawa sekaligus menunjukkan bagaimana nilai keagamaan, budaya, dan kearifan lokal berpadu dalam kehidupan masyarakat setempat.

Foto : Ketua SKN R. Abdul Latif bersama Juru Kunci Makom Sunan Bonang

Memperkuat Identitas Kebangsaan Melalui Warisan Leluhur

Ketua Umum Satria Kencana Nusantara, R. Abd. Latif, menegaskan bahwa kegiatan ziarah sejarah semacam ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kunjungan biasa.

Menurutnya, mengenal dan memahami warisan leluhur merupakan langkah penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.

"Warisan sejarah yang ditinggalkan para pendahulu menjadi pengingat bahwa bangsa ini dibangun oleh nilai persaudaraan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat kebersamaan. Melalui kunjungan seperti ini, kami ingin memperdalam pemahaman terhadap akar budaya Nusantara sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat di berbagai daerah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa situs-situs bersejarah seperti Pasujudan Sunan Bonang merupakan aset budaya yang harus dijaga bersama karena mengandung nilai pendidikan bagi generasi muda.

Sambutan Hangat dari Keluarga Juru Kunci

Kunjungan rombongan Satria Kencana Nusantara mendapat sambutan positif dari keluarga juru kunci Pasujudan Sunan Bonang. Dalam pertemuan tersebut, mereka berbagi berbagai cerita mengenai sejarah situs, tradisi masyarakat sekitar, serta upaya pelestarian peninggalan yang terus dilakukan hingga saat ini.

Dialog yang berlangsung hangat tersebut menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Melanjutkan Perjalanan Budaya ke Jawa Timur

Usai melaksanakan ziarah dan silaturahmi, rombongan Satria Kencana Nusantara melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan organisasi yang berfokus pada penguatan persaudaraan, kajian budaya, pelestarian sejarah, serta pengembangan wawasan kebangsaan.

Melalui agenda tersebut, Satria Kencana Nusantara berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pewarta: Nursoleh

Editor: WINews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close