Mengusung tema “Pangan Aman Bergizi untuk Indonesia Emas”, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul tidak hanya bergantung pada pendidikan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas asupan gizi, lingkungan sehat, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.
Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banjarnegara, Wakhid Jumali. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa anggota Saka Bakti Husada memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Wakhid, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks. Masalah stunting, rendahnya kesadaran terhadap keamanan pangan, hingga perilaku hidup yang belum sepenuhnya sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda melalui wadah Gerakan Pramuka.
“Anggota Saka Bakti Husada harus menjadi generasi yang mampu mengedukasi masyarakat. Mulailah dari lingkungan keluarga, gugus depan, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat luas,” ujar Wakhid.

Saka Bakti Husada Jadi Garda Edukasi Kesehatan Masyarakat
Wakhid menjelaskan, kecukupan gizi menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi berkualitas. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh optimal, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta berkontribusi terhadap produktivitas bangsa di masa depan.
Selain persoalan kecukupan gizi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Masyarakat diingatkan agar tidak hanya memperhatikan rasa dan harga makanan, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi aman, bersih, serta diolah sesuai prinsip kesehatan.
“Pangan yang dikonsumsi masyarakat harus terbebas dari bahan berbahaya, diolah secara higienis, dan memenuhi prinsip gizi seimbang. Ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat,” tegasnya.
Melalui peran Saka Bakti Husada, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dengan menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana dan mudah diterima masyarakat.
Mereka juga didorong menjadi contoh dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola makan sehat, hingga ikut membantu pencegahan penyakit di tengah masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah dan Pramuka Perkuat Program Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banjarnegara menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara yang selama ini menjadi mitra strategis Gerakan Pramuka dalam bidang kesehatan.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para pamong SBH, pembina Pramuka, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa mendatang.
“Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Pelantikan Pengurus Saka Bakti Husada Kwarcab Banjarnegara
Rangkaian kegiatan Hari Saka Bakti Husada ke-41 juga diisi dengan agenda pelantikan Majelis Pembimbing (Mabisaka), Pimpinan Satuan (Pinsaka), Pamong, serta Instruktur Satuan Karya Bakti Husada Kwartir Cabang Banjarnegara.
Pelantikan tersebut menjadi langkah penguatan organisasi agar program pembinaan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Dengan semangat tema “Pangan Aman Bergizi untuk Indonesia Emas”, Hari Saka Bakti Husada ke-41 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, gizi seimbang, dan keamanan pangan.
Ke depan, peran generasi muda melalui Saka Bakti Husada diharapkan semakin besar dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menciptakan masyarakat Banjarnegara yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas.
Pewarta: Wiwid Ardian
Editor: WINews

0 Komentar