Breaking News

Audio Reader
Speed:

Irigasi Perpompaan di Toyareja Jadi Penopang Ketahanan Pangan, Petani Kini Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun




PURBALINGGA, WINews-Di tengah musim kemarau yang biasanya menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian, para petani di Desa Toyareja, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga kini memiliki harapan baru. Berkat hadirnya Irigasi Perpompaan (Irpom), lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air yang cukup sehingga aktivitas tanam tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

Pemanfaatan Irpom yang mulai dioptimalkan pada Jumat (17/7/2026) menjadi bukti nyata upaya pemerintah bersama berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan hasil panen di tengah perubahan iklim.
Irpom Jadi Solusi Krisis Air Saat Musim Kemarau

Irigasi Perpompaan merupakan sistem pengairan modern yang memanfaatkan mesin pompa berbahan bakar maupun tenaga listrik untuk mengangkat air dari sungai, embung, maupun sumur. Air tersebut kemudian dialirkan melalui jaringan irigasi menuju area persawahan yang membutuhkan.

Keberadaan teknologi ini menjadi solusi strategis bagi daerah yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Dengan pasokan air yang stabil, petani dapat menjaga pertumbuhan tanaman padi secara optimal tanpa khawatir mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Selain meningkatkan produktivitas, sistem ini juga membantu efisiensi pengelolaan lahan dan mengurangi risiko kerugian ekonomi yang selama ini sering dialami petani ketika musim kemarau berkepanjangan.
Sawah Seluas 25 Hektare Kini Terairi Secara Optimal

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sidamulya II Desa Toyareja, Siswoto, mengungkapkan bahwa Irpom saat ini telah mengairi sekitar 25 hektare lahan persawahan yang terbagi dalam lima blok.

Menurutnya, manfaat Irpom sangat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani karena mampu meningkatkan intensitas tanam secara signifikan.


"Alhamdulillah, berkat adanya Irpom, yang sebelumnya dalam satu tahun hanya bisa panen satu hingga dua kali, sekarang petani mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun," ujar Siswoto.

Peningkatan indeks pertanaman tersebut tidak hanya berdampak pada bertambahnya produksi gabah, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sinergi TNI dan Pemerintah Dorong Produktivitas Pertanian

Babinsa Desa Toyareja, Serda Mujiono, menjelaskan bahwa pembangunan Irpom merupakan bentuk sinergi antara TNI Angkatan Darat bersama pemerintah melalui Dinas Pertanian dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif sepanjang tahun.

"Melalui Irpom, hasil produksi pertanian diharapkan terus meningkat. Petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun tanpa khawatir kekurangan air saat musim kemarau. Bahkan fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung budidaya berbagai komoditas pertanian lainnya sehingga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani," jelas Serda Mujiono.
Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Keberhasilan pemanfaatan Irpom di Desa Toyareja menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur pertanian mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketersediaan air yang terjamin menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin panjang.

Program ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sistem irigasi, peningkatan produktivitas lahan, serta pemberdayaan petani sebagai ujung tombak penyedia kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Irigasi Perpompaan di Desa Toyareja diharapkan terus memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan hasil panen, memperkuat ekonomi petani, sekaligus menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga maupun daerah lainnya.

Pewarta: Rodi AS WINews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close