Sigi, WINews – Suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan mewarnai Taman Jati, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, saat Islamic Relief Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Tahunan Orphan Sponsorship Program (OSP). Kegiatan ini mempertemukan ratusan anak yatim bersama ibu atau pengasuh mereka dalam sebuah agenda yang bertujuan memperkuat silaturahmi, memberikan ruang belajar, serta menghadirkan pengalaman rekreasi yang bermakna bagi para peserta.
Sejak mendampingi masyarakat Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018, Islamic Relief Indonesia terus berkomitmen mendukung anak-anak yatim dan keluarga rentan melalui berbagai program pemberdayaan. Dukungan yang diberikan para sponsor dan dermawan dari berbagai negara telah membantu ribuan anak memperoleh akses pendidikan, perlindungan, serta kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar anak, program pendampingan yang dijalankan juga mendorong peningkatan kapasitas keluarga penerima manfaat. Sejumlah ibu dan pengasuh kini mulai mengembangkan usaha kecil yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga, sehingga mampu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi anak-anak mereka.
Sponsorship Coordinator Islamic Relief Indonesia, Yusrizal Puteh, menegaskan bahwa pendampingan kepada anak yatim tidak berhenti pada pemberian bantuan materi semata.
“Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh perhatian, kasih sayang, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh dan meraih cita-cita. Karena itu, petugas lapangan kami terus mendampingi anak dan keluarga sepanjang tahun. Pertemuan tahunan ini menjadi salah satu sarana memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi mereka,” ujarnya.
Berbeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, pertemuan tahunan kali ini dikemas dalam konsep rekreasi keluarga. Anak-anak bersama ibu atau pengasuh diajak menikmati berbagai wahana permainan, berenang, serta mengikuti aktivitas edukatif yang mengangkat tema perlindungan anak dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang mereka.
Bagi banyak peserta, pengalaman tersebut menjadi momen yang berkesan. Salah seorang ibu penerima manfaat mengaku baru pertama kali dapat mengajak anak-anaknya menikmati rekreasi keluarga.
“Selama ini kami belum pernah mampu membawa anak-anak ke tempat seperti ini karena kebutuhan sehari-hari selalu menjadi prioritas. Hari ini kami sangat bahagia melihat mereka dapat bermain dan tertawa dengan bebas,” tuturnya.
Menurut Yusrizal, kebahagiaan sederhana yang dirasakan anak-anak dan keluarga penerima manfaat menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak merasakan masa kecil yang aman, bahagia, dan penuh harapan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh anak binaan untuk memanfaatkan dukungan yang diberikan para sponsor dengan sebaik-baiknya.
“Gunakan amanah dari para sponsor untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Jangan lupa mendoakan para sponsor yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan mereka dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” katanya.
Meski demikian, Islamic Relief Indonesia menyebut masih banyak anak yatim yang belum mendapatkan sponsor dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan serta memenuhi kebutuhan hidup mereka. Karena itu, lembaga tersebut mengajak masyarakat, para dermawan, dan berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dalam menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim di Indonesia.
“Setiap dukungan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan finansial anak, tetapi juga menghadirkan harapan, perlindungan, pendidikan, serta keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi perjalanan hidupnya seorang diri,” ujar Yusrizal.
Melalui Program Orphan Sponsorship, Islamic Relief Indonesia bersama para sponsor terus berupaya menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak yatim untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berpendidikan, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Sebab, setiap anak berhak memiliki mimpi. Dan setiap mimpi berhak mendapatkan kesempatan untuk diwujudkan.
Pewarta: Junaidi



0 Komentar