Mengenang 100 Hari Wafat Pendiri Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur, Djaetun Hardjo Saputro: Warisan Pendidikan yang Terus Menginspirasi Generasi Bangsa
Klaten Yogyakarta, WINews - Seratus hari sejak berpulangnya Djaetun Hardjo Saputro, penYayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur, menjadi momentum untuk mengenang dedikasi, pemikiran, dan pengabdian beliau dalam membangun dunia pendidikan di Indonesia. Sosok visioner tersebut meninggalkan warisan yang tidak hanya berupa lembaga pendidikan, tetapi juga nilai-nilai luhur tentang pentingnya ilmu pengetahuan, karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepergian beliau membawa duka bagi keluarga besar Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur, civitas akademika, alumni, serta masyarakat yang mengenal kiprahnya. Namun, semangat perjuangan yang telah ditanamkan terus hidup melalui berbagai program pendidikan yang berkembang hingga saat ini.
Universitas Budi Luhur dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan global. Fondasi tersebut merupakan buah dari visi besar Djaetun Hardjo Saputro yang meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk membangun masa depan bangsa.
Kepemimpinan Berlanjut di Tangan Generasi Penerus
Tongkat estafet kepemimpinan Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur kini diteruskan oleh generasi penerus keluarga. Pengelolaan yayasan saat ini berada di bawah kepemimpinan Julia Putra, cucu dari almarhum melalui keluarga Pak Kasih.
Kehadiran generasi penerus diharapkan mampu menjaga amanah yang telah dibangun selama puluhan tahun sekaligus membawa Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur semakin maju di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan sang pendiri, berbagai upaya pengembangan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, hingga perluasan jejaring kerja sama diharapkan semakin memperkuat posisi Universitas Budi Luhur sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan berdaya saing.
Warisan Pendidikan yang Tak Lekang oleh Waktu
Lebih dari sekadar mendirikan sebuah institusi, Djaetun Hardjo Saputro telah mewariskan semangat untuk membangun manusia Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Di era transformasi digital, nilai-nilai tersebut tetap relevan. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berinovasi, berpikir kritis, menguasai teknologi, serta memiliki integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Warisan inilah yang terus menjadi pijakan bagi Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur dalam menjalankan misinya mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Momentum Refleksi dan Penguatan Komitmen
Peringatan 100 hari wafatnya Djaetun Hardjo Saputro menjadi saat yang tepat bagi keluarga besar Yayasan Pendidikan Universitas Budi Luhur untuk memperkuat komitmen dalam melanjutkan cita-cita luhur sang pendiri.
Pengabdian beliau menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi pesan yang tetap hidup dan relevan hingga kini.
Semoga almarhum Djaetun Hardjo Saputro mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dedikasi, keteladanan, dan warisan pemikirannya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia serta menjadi cahaya bagi generasi penerus dalam membangun masa depan bangsa.
Pewarta : Ajeng Khofifah Subekti


0 Komentar