
Bekasi, WINews -Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan pendidikan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun karakter, memperkuat mental generasi muda, serta membentengi mereka dari berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Melihat pentingnya pencegahan sejak dini, DPP Battra SN Anti Narkotika Indonesia bersama Indigenous Kesadaran Nusantara bergerak aktif melakukan edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada para pelajar di Kabupaten Bekasi.
Kegiatan edukasi tersebut menyasar ratusan siswa baru di dua sekolah, yakni SMK HS Agung Cikarang Utara yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026), serta SMK Dewantara 2 pada Jumat (17/7/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda agar memiliki pemahaman kuat mengenai bahaya narkoba, sekaligus mampu mengambil keputusan positif di tengah derasnya pengaruh lingkungan.

Ancaman Baru Narkoba Melalui Rokok Elektrik Jadi Perhatian Utama
Dalam kegiatan tersebut, Ms. Novita L. Gosal sebagai pembicara utama yang mewakili kolaborasi kedua lembaga menyampaikan materi mengenai perkembangan modus penyalahgunaan zat berbahaya yang kini semakin menyasar kalangan remaja.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkoba melalui media rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape.
Novita menjelaskan, perkembangan teknologi rokok elektrik yang banyak digunakan anak muda perlu diimbangi dengan pemahaman yang benar. Sebab, terdapat potensi penyalahgunaan cairan vape dengan mencampurkan zat berbahaya yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.
Ia juga memaparkan berbagai informasi terkait tren penyakit kronis yang berkaitan dengan paparan zat berbahaya, termasuk zat yang sengaja ditambahkan ke dalam cairan rokok elektrik.
Menurutnya, edukasi kepada pelajar tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi kasus, tetapi harus menjadi langkah pencegahan agar generasi muda memiliki kemampuan mengenali risiko sejak awal.
"Anak muda harus memiliki pengetahuan dan kesadaran agar tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang membawa dampak negatif," menjadi pesan utama dalam kegiatan edukasi tersebut.

Siswa Aktif Berdiskusi, Kesadaran Bahaya Narkoba Dibangun Sejak Dini
Pelaksanaan sosialisasi P4GN berlangsung interaktif. Para siswa diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
Kegiatan tersebut dipandu oleh tim fasilitator dan moderator yang terdiri dari M. Raffa Al Gifari, Ibu Primawati, Ibu Henny, dan Asriani.
Melalui metode komunikasi yang dekat dengan dunia pelajar, peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dari sisi kesehatan dan hukum, tetapi juga diajak memahami pentingnya membangun karakter pribadi yang kuat.
Pengurus OSIS Dibekali Pemahaman Jati Diri Sebagai Calon Pemimpin Muda
Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika, Indigenous Kesadaran Nusantara juga menghadirkan pendekatan penguatan karakter melalui Test Blueprint Keaslian Diri (Authentic Self Blueprint).
Program tersebut diberikan kepada sekitar 30 pengurus OSIS dari kedua sekolah yang mengikuti kegiatan.
Pemilihan pengurus OSIS sebagai peserta khusus memiliki alasan strategis. Sebagai organisasi kesiswaan, OSIS memiliki posisi penting dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
Para pengurus OSIS diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman-temannya, baik dalam sikap, perilaku, maupun kemampuan mengambil keputusan.
Perwakilan Indigenous Kesadaran Nusantara menyampaikan bahwa seorang pemimpin muda harus memahami dirinya sendiri agar tidak mudah dipengaruhi tekanan negatif dari luar.
"Sangat penting bagi pengurus OSIS untuk menjadi diri mereka sendiri secara utuh. Dengan memahami jati diri, mereka memiliki kemampuan berpikir mandiri dan tidak mudah diarahkan oleh kepentingan yang dapat merugikan," ungkapnya.

Pendekatan Kesadaran Diri Jadi Strategi Baru Pencegahan Narkoba
Berbeda dengan sosialisasi konvensional yang hanya menekankan aspek ancaman hukum, kegiatan ini menggunakan pendekatan kesadaran diri sebagai bagian dari strategi pencegahan.
Melalui pemahaman terhadap nilai diri, para siswa diajak membangun alasan internal untuk menjaga kesehatan dan masa depan mereka.
Pendekatan tersebut menanamkan bahwa menjauhi narkoba bukan hanya karena takut terhadap hukuman, tetapi karena adanya kesadaran bahwa tubuh, pikiran, dan masa depan memiliki nilai yang harus dijaga.
Dengan memiliki karakter kuat, remaja diharapkan mampu menghadapi tekanan teman sebaya (peer pressure) serta berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang berpotensi merusak masa depan.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Menciptakan Generasi Bersih Narkoba
Melalui kegiatan MPLS tahun ajaran 2026 ini, DPP Battra SN Anti Narkotika Indonesia dan Indigenous Kesadaran Nusantara berharap edukasi P4GN dapat menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Pencegahan narkoba dinilai tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari pendidikan karakter, penguatan mental, serta peningkatan kesadaran generasi muda.
Pihak sekolah memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan berharap pembekalan berbasis kesadaran diri dapat melahirkan pelajar yang memiliki karakter kuat, berintegritas, serta mampu menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan bebas dari narkoba.
Pewarta: Nurzaman
Editor: WINews
0 Komentar