PURBALINGGA, WINews – Harapan untuk memiliki hunian yang sehat dan layak akhirnya terwujud bagi Nofi Fitriani, warga Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Dengan penuh haru dan bahagia, Nofi menerima kunci rumah barunya dalam acara peresmian program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jumat (17/7/2026).
Penyerahan kunci rumah tersebut menjadi momen bersejarah bagi Nofi Fitriani. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan bagi keluarga penerima manfaat.
Program rehabilitasi RTLH ini merupakan wujud kepedulian sosial melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Koramil 08/Bobotsari, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, pemerintah setempat, serta dukungan masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung.

Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Rumah Layak Huni
Dalam kegiatan peresmian tersebut, Danramil 08/Bobotsari Kapten Inf Muhammad Iskandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan rumah bagi Nofi Fitriani.
Menurutnya, keberhasilan program RTLH tidak hanya dilihat dari berdirinya sebuah bangunan baru, tetapi juga dari nilai kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Selamat kepada Nofi Fitriani yang kini telah memiliki rumah baru. Ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong dari instansi terkait maupun masyarakat, sehingga dapat terwujud rumah yang layak huni,” ujar Kapten Inf Muhammad Iskandar.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, aparat kewilayahan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang membutuhkan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS: Rumah Layak Huni Jadi Investasi Kemanusiaan
Sementara itu, Ketua BARNAS Kabupaten Purbalingga H. Soedijanto, S.Sos., M.Si. menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Ia menegaskan bahwa program RTLH bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
“Berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak serta masyarakat, rumah milik Nofi Fitriani yang sebelumnya tidak layak huni kini telah menjadi rumah yang sehat dan layak ditempati. Kami berharap rumah ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga tetap nyaman untuk dihuni dalam jangka panjang,” kata H. Soedijanto.
Menurutnya, keberadaan rumah yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan keluarga yang lebih sehat dan produktif. Lingkungan tempat tinggal yang baik diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Nofi Fitriani: Impian Memiliki Rumah Layak Akhirnya Terwujud
Rasa bahagia dan syukur terpancar dari wajah Nofi Fitriani saat menerima kunci rumah barunya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan rumah ini. Sekarang impian saya memiliki rumah yang sehat dan nyaman akhirnya terwujud,” ungkap Nofi.
Bagi Nofi, rumah baru tersebut bukan hanya sebuah bangunan, melainkan simbol kepedulian dan perhatian banyak pihak terhadap masyarakat yang membutuhkan.

RTLH Bobotsari, Bukti Gotong Royong Masih Hidup di Tengah Masyarakat
Program rehabilitasi RTLH di Desa Bobotsari menjadi contoh nyata bahwa kerja sama lintas sektor mampu menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat.
Melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kolaborasi berbagai pihak, sebuah rumah yang sebelumnya tidak memenuhi standar kelayakan kini berubah menjadi hunian yang memberikan harapan baru.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal yang sehat dan aman.
Rumah layak huni bukan hanya tentang dinding dan atap, tetapi tentang menghadirkan rasa nyaman, martabat, serta masa depan yang lebih baik bagi setiap keluarga.
Pewarta: Sokim
Editor: WINews

0 Komentar