Breaking News

Audio Reader
Speed:

Optimasi Lahan Non Rawa Bulaksari Cilacap Capai 50 Persen, Petani Harapkan Dukungan Bibit, Irigasi, dan Jalan Usaha Tani




CILACAP, WINews - Program optimasi lahan non rawa di Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus dikebut. Proyek pertanian yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp211.600.000 tersebut kini memasuki minggu ketiga pelaksanaan dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 50 persen.

Pantauan awak media WINews pada Senin (27/7/2026), kegiatan optimasi lahan dilaksanakan di wilayah Kelompok Tani Unggul Raharjo dengan melibatkan puluhan petani setempat. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan tata kelola lahan dan jaringan pendukung pertanian.

Ketua Kelompok Tani Unggul Raharjo, Asibin, mengatakan pelaksanaan pekerjaan terus berjalan dengan mengedepankan prinsip gotong royong, ketelitian, serta menjaga kualitas sesuai standar teknis yang telah ditentukan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 anggota kelompok tani terlibat, dengan sekitar 18 orang bekerja secara aktif setiap hari di lokasi proyek. Menurut Asibin, terkadang jumlah pekerja mengalami penyesuaian karena adanya kegiatan sosial masyarakat seperti takziah maupun agenda kemasyarakatan lainnya.

“Walaupun terkadang ada pengurangan tenaga karena warga memiliki kegiatan sosial, semangat gotong royong tetap berjalan. Kami tetap berusaha menjaga kualitas pekerjaan agar hasilnya kuat, rapi, dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi petani,” ujar Asibin.

Ia menegaskan, mutu pekerjaan menjadi perhatian utama agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian Desa Bulaksari.
Petani Harapkan Perhatian Pemerintah

Di tengah proses pembangunan yang berjalan, Kelompok Tani Unggul Raharjo berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Desa Bulaksari.

Asibin menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting bagi peningkatan kesejahteraan petani, mulai dari bantuan bibit padi unggul, bibit tanaman palawija, pupuk organik, hingga kemudahan akses permodalan usaha tani.

“Kami berharap Dinas Pertanian Kecamatan Bantarsari, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat memberikan perhatian lebih kepada Desa Bulaksari agar potensi pertanian di sini semakin berkembang,” ungkapnya.



Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas Berikutnya

Selain dukungan sarana produksi pertanian, para petani juga berharap pembangunan infrastruktur pertanian dapat terus dilanjutkan, khususnya peningkatan jaringan irigasi tersier dan pembangunan jalan usaha tani.

Menurut Asibin, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat dibutuhkan untuk menunjang pengairan lahan persawahan dengan luas sekitar 48 hektare.

“Kami berharap pembangunan jaringan irigasi ini bisa dilanjutkan agar distribusi air ke lahan pertanian semakin maksimal. Selain itu, kami sangat berharap adanya pembangunan jalan usaha tani yang membelah area persawahan,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini akses jalan di tengah area sawah masih menjadi kendala bagi petani, terutama ketika musim panen tiba. Jalan usaha tani dinilai penting untuk mempermudah mobilisasi hasil panen, pengangkutan pupuk, maupun kebutuhan pertanian lainnya.

Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Petani

Awak media WINews mencatat, program optimasi lahan non rawa di Desa Bulaksari bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Para petani berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pembangunan pertanian yang lebih terpadu, mulai dari ketersediaan air, peningkatan produktivitas lahan, dukungan sarana produksi, hingga akses transportasi pertanian yang memadai.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan kerja sama masyarakat, Desa Bulaksari diharapkan mampu menjadi salah satu wilayah pertanian produktif yang memberikan manfaat nyata bagi petani dan perekonomian lokal Kabupaten Cilacap.

Pewarta: Marjuki Wiyono

WINews



0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close