Breaking News

Audio Reader
Speed:

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Organisasi Pers Gelar Sertifikasi Profesi Wartawan untuk Tingkatkan Kompetensi Jurnalistik


JAKARTA, WINews - Penguatan profesionalisme wartawan menjadi perhatian serius di tengah perkembangan industri media yang semakin pesat. Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH., tokoh pers dan pakar hukum internasional, menghimbau seluruh organisasi pers di Indonesia agar aktif menyelenggarakan Sertifikasi Profesi Wartawan sebagai langkah meningkatkan kualitas, kompetensi, serta pemahaman jurnalistik para insan pers.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, selama ini masyarakat lebih mengenal sertifikasi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh lembaga yang bekerja sama dengan Dewan Pers dan perguruan tinggi yang memiliki program studi komunikasi serta memenuhi ketentuan akreditasi.

Namun, ia menilai masih terdapat lembaga lain yang secara resmi diakui negara dalam bidang sertifikasi profesi, salah satunya adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memiliki kewenangan melakukan sertifikasi berbagai bidang pekerjaan di Indonesia.

“Selama ini sertifikasi kewartawanan lebih dikenal dengan UKW. Padahal, ada juga lembaga resmi negara seperti BNSP yang memiliki kewenangan mengeluarkan sertifikasi profesi. Organisasi profesi pers juga dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas anggotanya melalui program sertifikasi profesi wartawan,” ujar Prof. DR. Sutan Nasomal saat memberikan pandangan terkait polemik sertifikasi wartawan kepada sejumlah pimpinan redaksi media nasional dan internasional melalui sambungan telepon, Selasa (28/7/2026).

Sertifikasi Wartawan Dinilai Penting untuk Penguatan Organisasi Pers

Prof. Sutan Nasomal menjelaskan, proses sosialisasi, pendidikan, dan kaderisasi wartawan merupakan bagian penting yang harus dilakukan setiap organisasi pers.

Menurutnya, organisasi pers dengan berbagai latar belakang dapat menyusun program sertifikasi profesi wartawan dengan menggandeng lembaga yang kompeten, baik BNSP maupun lembaga sertifikasi profesi lainnya yang memiliki legalitas.

“Evaluasi, sosialisasi, dan kaderisasi sangat penting dilakukan oleh seluruh organisasi pers di Indonesia. Sertifikasi profesi wartawan dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan anggota agar semakin memahami tugas jurnalistik secara profesional,” katanya.

Ia menambahkan, sertifikasi profesi wartawan yang diselenggarakan organisasi pers dapat memberikan manfaat besar bagi wartawan maupun perusahaan media, terutama dalam membangun kepercayaan publik serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.

Tidak Ada Perbedaan Kualitas Antarwartawan

Dalam pandangannya, Prof. Sutan Nasomal menekankan pentingnya kesetaraan kualitas kompetensi wartawan di seluruh Indonesia.

Ia berharap ke depan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap wartawan berdasarkan tingkatan sertifikat, karena seluruh jurnalis memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan fungsi pers.

“Tugas wartawan dan tugas pimpinan redaksi harus sama-sama memahami ilmu jurnalistik. Jangan sampai ada perbedaan pemahaman yang membuat kualitas wartawan menjadi tidak merata,” tegasnya.

Menurutnya, inti dari sertifikasi bukan hanya mengejar nilai atau predikat tertentu, tetapi memberikan pemahaman mendalam mengenai ilmu jurnalistik, etika pers, aturan hukum, serta tanggung jawab sosial seorang wartawan.

Sertifikasi Sebagai Bentuk Edukasi Profesi

Prof. Sutan Nasomal menilai kegiatan sertifikasi harus menjadi ruang edukasi bagi wartawan agar mampu memahami berbagai aspek profesi, mulai dari teknik peliputan, penulisan berita, kode etik jurnalistik, hingga pemahaman hukum dalam menjalankan tugas.

“Yang paling utama bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana wartawan benar-benar memahami ilmu dan tanggung jawab profesinya,” jelasnya.

Ia berharap seluruh organisasi pers di Indonesia dapat mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas wartawan melalui pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi profesi yang berkualitas.

“Semoga pemaparan ini dapat menjadi masukan dan bermanfaat bagi seluruh organisasi pers agar bersama-sama membangun insan pers yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi yang baik,” pungkas Prof. DR. Sutan Nasomal.

Narasumber:

Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH. Pakar Hukum Internasional, Tokoh Pers Internasional, Ekonom, Penanggung Jawab Media WINews, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal, serta Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Pewarta: Rodi Ajat Subekti 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close