Breaking News

Audio Reader
Speed:

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Prioritaskan Renovasi Gedung Juang 45 Menteng, Warisan Sejarah Bangsa Harus Diselamatkan




JAKARTA, WINews - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, perhatian terhadap pelestarian bangunan bersejarah kembali menjadi sorotan. Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. mengajak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi Gedung Juang 45 Menteng, Jakarta Pusat, yang dinilainya memerlukan perawatan dan revitalisasi.

Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media nasional dan internasional pada Sabtu (25/7/2026), Prof. Sutan Nasomal menyampaikan keprihatinannya atas kondisi bangunan bersejarah tersebut yang menurutnya mengalami berbagai kerusakan dan belum mendapatkan perhatian optimal.

"Saya berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto dapat memerintahkan kementerian terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, agar melakukan renovasi serta penataan kawasan bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia, termasuk Gedung Juang 45 Menteng yang memiliki nilai historis sangat tinggi," ujar Prof. Sutan Nasomal.

Gedung Bersejarah Dinilai Perlu Menjadi Pusat Edukasi Generasi Muda

Menurut Prof. Sutan Nasomal, keberadaan Gedung Juang 45 tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga merupakan simbol perjuangan bangsa yang dapat menjadi pusat pendidikan sejarah bagi generasi muda.

Ia menilai, menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia, bangunan-bangunan bersejarah seharusnya menjadi ruang edukasi, refleksi, dan penguatan semangat nasionalisme.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Gedung Juang 45 seharusnya kembali dihidupkan sebagai pusat pembelajaran perjuangan bangsa agar generasi muda memahami pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan," katanya.

Soroti Perlunya Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta

Selain pemerintah pusat, Prof. Sutan Nasomal juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat berperan aktif dalam melakukan pemeliharaan kawasan bersejarah tersebut.

Ia menyebut sejumlah fasilitas di Gedung Juang 45, seperti pencahayaan dan beberapa bagian bangunan, memerlukan pembenahan sehingga kembali layak digunakan sebagai pusat kegiatan edukasi maupun peringatan hari-hari besar nasional.

Menurutnya, investasi pemerintah dalam merawat situs sejarah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan menjaga identitas bangsa serta memperkuat karakter nasional.

Sejarah Menjadi Fondasi Masa Depan Bangsa

Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa sejarah merupakan pijakan penting dalam membangun masa depan Indonesia.

"Dunia boleh meninggalkan masa lalu, tetapi masa lalu adalah tongkat untuk melangkah menuju masa depan. Sejarah adalah identitas bangsa yang tidak boleh dilupakan," tegasnya.

Ia berharap Gedung Juang 45 dapat kembali difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan kebangsaan, pendidikan sejarah, diskusi, hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengurus Gedung Juang Dukung Renovasi

Sementara itu, salah seorang pengurus Gedung Juang 45 Menteng, Haji Erin, menyampaikan bahwa renovasi dan perawatan bangunan tersebut memang sangat diperlukan.

Menurutnya, Gedung Juang 45 memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Harapan untuk Pelestarian Warisan Bangsa

Sebagai pemerhati bangunan bersejarah di Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal berharap Presiden Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian Gedung Juang 45 Menteng.


Ia meyakini bahwa revitalisasi gedung tersebut akan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun rasa cinta tanah air, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menjaga warisan sejarah Indonesia agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. - Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Jenderal KOMPII, Ketua Umum YPLBH Pronass Unggul, Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, Ketua Umum YPP Brigip, dan Ketua Umum Komite Wartawan Indonesia.

Pewarta: Rodi Ajat Subekti.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close