Proyek Irigasi Kebogoran Rp195 Juta di Cilacap Rampung Tepat Waktu, Gunakan Material Berkualitas untuk Dukung Produktivitas Petani
CILACAP, WINews - Pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Kebogoran di Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, resmi dinyatakan selesai dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kebutuhan air pada jaringan irigasi tersebut.
Proyek yang memiliki nilai anggaran sebesar Rp195 juta dari APBN Tahun 2026 ini merupakan bagian dari program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola oleh Satuan Kerja (Satker) Sumber Daya Air Citanduy bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Budi Daya.
Pelaksana proyek, Agus, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai jadwal pelaksanaan selama 45 hari kalender dengan mengacu pada standar teknis dan prosedur yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, pekerjaan sudah selesai tepat waktu. Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai prosedur teknis, mulai dari persiapan, pemasangan lantai kerja, hingga proses pengecoran. Kami juga memastikan material yang digunakan memiliki kualitas baik agar bangunan irigasi ini kuat dan dapat bertahan lama,” ujar Agus saat ditemui awak media di lokasi proyek, Sabtu (18/7/2026).
Gunakan Material Berkualitas untuk Menjamin Kekuatan Bangunan Irigasi
Agus menjelaskan, dalam pembangunan jaringan irigasi tersebut, pihaknya tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Beberapa material utama yang digunakan antara lain:
Pasir berkualitas dari Pasir Cikalong
Semen Bima dengan komposisi campuran sesuai standar, yakni perbandingan 5 banding 3
Batu pecah atau batu Ciwuni dengan kualitas terbaik
Bekisting menggunakan papan yang kokoh untuk menjaga presisi konstruksi
Selain itu, sebelum dilakukan pengecoran, tim pelaksana terlebih dahulu membuat lantai kerja sebagai dasar konstruksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan struktur bangunan memiliki fondasi yang lebih stabil dan tidak langsung bersentuhan dengan tanah.
“Kami berusaha menjalankan pekerjaan sesuai aturan. Sebelum pengecoran dilakukan, lantai kerja sudah dibuat terlebih dahulu. Semua proses mengikuti standar agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas,” jelas Agus.
Perkuat Sistem Pengairan dan Tingkatkan Hasil Pertanian
Pembangunan jaringan irigasi D.I. Kebogoran diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di wilayah Desa Kamulyan dan Kecamatan Bantarsari secara umum.
Dengan kondisi saluran irigasi yang lebih baik, distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih lancar, terutama saat petani memasuki musim tanam. Ketersediaan air yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Agus menambahkan, keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kelompok petani, hingga masyarakat sekitar yang turut mendukung kelancaran pekerjaan.
“Harapan kami, setelah selesai dibangun, irigasi ini dapat dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang dan membantu meningkatkan hasil pertanian warga,” katanya.
Program P3-TGAI Dorong Infrastruktur Pertanian Berkelanjutan
Program P3-TGAI menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan fungsi jaringan irigasi tersier serta memperkuat peran masyarakat petani dalam pengelolaan sumber daya air.
Melalui pembangunan infrastruktur irigasi yang tepat sasaran, pemerintah berharap sektor pertanian semakin produktif, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
Rampungnya proyek irigasi Kebogoran di Desa Kamulyan menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dasar pertanian yang dikerjakan dengan perencanaan matang, penggunaan material bermutu, serta pengawasan sesuai prosedur dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Marjuki Wiyono
Editor: WINews

0 Komentar