
BANJARNEGARA, WINews - Kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih ditunjukkan Babinsa Desa Somawangi, Koramil 07/Mandiraja, Sertu Mustamar. Di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air, Sertu Mustamar turun langsung membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Aksi sosial tersebut berlangsung pada 16 Agustus 2026 sebagai bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap kondisi warga binaan yang membutuhkan bantuan.
Sertu Mustamar yang akrab disapa Pak Amar dikenal aktif memantau kondisi masyarakat di wilayah binaannya. Ia berupaya hadir ketika warga menghadapi persoalan, termasuk kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan.
Kondisi Geografis Membuat Sejumlah Wilayah Rentan Kekeringan
Sertu Mustamar memahami bahwa kondisi geografis Desa Somawangi yang sebagian wilayahnya berada di daerah dengan elevasi lebih tinggi membuat sejumlah warga rentan mengalami kesulitan air ketika musim kemarau tiba.
Kondisi tersebut mendorong Babinsa untuk tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mencari solusi yang dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Dengan bantuan air bersih yang disalurkan, warga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sembari menunggu kondisi sumber air kembali normal.

Menurut Sertu Mustamar, persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Koordinasi serta komunikasi antara aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, komunitas dan warga dinilai penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat dan lancar.
“Mari kita bersama-sama membantu warga yang sedang mengalami kesusahan. Dengan koordinasi dan komunikasi, masyarakat yang terdampak kekeringan dapat menerima bantuan air bersih dengan lancar,” ujar Sertu Mustamar.
Danramil Dorong Babinsa Aktif Hadir di Tengah Masyarakat
Sementara itu, Danramil 07/Mandiraja Kapten Kaveleri Eman Kusnadi menegaskan bahwa Babinsa memiliki peran penting sebagai aparat kewilayahan yang berada dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, Babinsa harus aktif mengetahui kondisi wilayah binaannya sehingga ketika muncul persoalan yang dihadapi warga, dapat segera hadir dan berkoordinasi untuk mencari solusi.
“Kami berharap Babinsa aktif di desa binaan. Ketika ada permasalahan, seorang Babinsa setidaknya bisa hadir dan memberikan solusi sehingga masalah yang dihadapi warga dapat sedikit teratasi,” kata Eman Kusnadi.
Ia menilai langkah Sertu Mustamar menyalurkan bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian yang perlu didukung bersama. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari rekan-rekan PSHT serta Kepala Dusun 3 Desa Somawangi.

Eman mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bergandengan tangan membantu warga yang terdampak kekeringan.
“Harapan kami sebagai aparat kewilayahan, mari kita bergandeng tangan bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak kekeringan agar mendapatkan bantuan air bersih,” tambahnya.
Warga Mengaku Dua Bulan Kesulitan Air Bersih
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari warga Desa Somawangi. Salah satunya Rasmun, warga RT 04/RW 06, yang mengaku masyarakat di wilayahnya telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar dua bulan.
Menurut Rasmun, bantuan datang setelah Babinsa mendengarkan keluhan warga dan mengambil langkah untuk membantu.
“Sudah dua bulan kami kesusahan mendapatkan air bersih. Alhamdulillah, setelah Babinsa mendengarkan keluhan warga, tanpa sepengetahuan kami langsung memberikan bantuan air bersih,” ungkap Rasmun.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Sertu Mustamar yang telah peduli terhadap kondisi warga.

“Atas nama warga RT 04/RW 06, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Babinsa, Pak Amar. Sehat selalu, Pak,” tuturnya.
Kekeringan Jadi Momentum Memperkuat Solidaritas
Penyaluran air bersih di Desa Somawangi menjadi contoh bahwa persoalan kekeringan tidak hanya membutuhkan penanganan jangka pendek, tetapi juga kepedulian dan kolaborasi berbagai unsur di tingkat masyarakat.
Kehadiran aparat kewilayahan, pemerintah desa, komunitas, organisasi masyarakat, serta relawan diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan segera menyampaikan informasi apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Bagi warga terdampak, bantuan air bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial ketika sumber air mulai terbatas.
Pewarta: Nursoleh
WINews - Mengabarkan Fakta, Mengutamakan Kepedulian dan Kepentingan Masyarakat.
0 Komentar