
SELUMA, WINews - Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan masyarakat di Kabupaten Seluma. Pemerintah, kepolisian, pemerintah desa, perusahaan, dan warga bersama-sama memperbaiki Jembatan Sungai Nibung yang berada di Desa Muara Nibung, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Rabu (19/8/2026).
Perbaikan tersebut dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat karena jembatan menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan sejumlah desa sekaligus menunjang aktivitas ekonomi, transportasi, dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan.
Kegiatan perbaikan Jembatan Sungai Nibung merupakan bagian dari inisiatif Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo Pakpahan, S.I.K., M.I.K., yang mendorong perbaikan terhadap empat jembatan di wilayah Kabupaten Seluma.
Seluruh Material Kayu Jembatan Diganti
Jembatan Sungai Nibung memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar 4 meter. Dalam kegiatan tersebut, material kayu pada jembatan diganti secara menyeluruh untuk meningkatkan kondisi dan fungsi akses bagi masyarakat.
Jembatan ini menghubungkan Desa Muara Nibung dengan Desa Giri Mulya, Pagar Agung, dan Banyu Kencana. Keberadaannya menjadi bagian penting dari jaringan transportasi masyarakat menuju Kecamatan Ulu Talo maupun wilayah lain di Kabupaten Seluma.
Dengan selesainya perbaikan, masyarakat diharapkan dapat kembali menggunakan akses tersebut secara lebih lancar dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya untuk mobilitas warga, akses jembatan juga memiliki kaitan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Kelancaran jalur transportasi dapat membantu proses pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan, distribusi kebutuhan rumah tangga, hingga aktivitas perdagangan antarwilayah.

Pemerintah, Polri, Perusahaan dan Warga Bersatu
Kegiatan gotong royong tersebut dihadiri Wakil Bupati Seluma Drs. Gusrianto, Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo Pakpahan, S.I.K., M.I.K., Kapolsek Talo IPTU Arif Hidayat, Camat Ulu Talo Reza Muhtadi, S.E., serta Kepala Desa Muara Nibung sekaligus Ketua Forum Kepala Desa, Dodi Harjo.
Turut hadir Kepala Desa Giri Mulya Saerozy, Kepala Desa Hargo Binangun Tekad, Kepala Desa Tanjung Agung Sukardi Joyo, Kepala Desa Banyu Kencana I Wayan, Kepala Desa Pagar Banyu Wentar, para kanit dan personel Polsek Talo, masyarakat Desa Muara Nibung, Giri Mulya dan Banyu Kencana, serta karyawan PT MSS Seluma.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Jembatan Berfungsi Kembali, Ekonomi Warga Berpeluang Bergerak
Setelah proses perbaikan selesai, Jembatan Sungai Nibung kembali dapat digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Bagi warga desa yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pertanian dan perkebunan, keberadaan akses transportasi yang layak merupakan salah satu faktor penting. Jalur yang lebih mudah dilalui dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil produksi menuju lokasi pengumpulan, pasar, maupun pusat kegiatan ekonomi lainnya.
Dari sisi sosial, perbaikan jembatan juga diharapkan memperkuat konektivitas antar-desa. Mobilitas warga untuk bekerja, bersekolah, mendapatkan pelayanan publik, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terbantu.
Namun, keberlanjutan manfaat tersebut tetap membutuhkan perhatian terhadap pemeliharaan. Kondisi jembatan perlu dipantau secara berkala agar kerusakan dapat diketahui lebih dini dan tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat.

Sinergi Polri dan Masyarakat Diperkuat
Kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Dalam konteks ini, peran Bhabinkamtibmas juga penting untuk menyerap informasi mengenai kondisi jembatan, akses masyarakat, serta berbagai persoalan yang muncul setelah jembatan kembali digunakan.
Sinergi antara Polri, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, perusahaan, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti setelah pekerjaan perbaikan selesai. Pemantauan bersama diperlukan untuk memastikan fasilitas tersebut tetap berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pemeliharaan Menjadi Kunci Keberlanjutan
Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan turut mengambil peran dalam menjaga kondisi Jembatan Sungai Nibung. Monitoring secara berkala dapat dilakukan untuk melihat kondisi material, keamanan struktur, serta perkembangan penggunaan jembatan.
Koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan juga diperlukan apabila ditemukan kerusakan atau kebutuhan perbaikan lanjutan.
Selain itu, dampak sosial dan ekonomi setelah jembatan diperbaiki dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Data tersebut penting untuk melihat sejauh mana keberadaan jembatan memberikan manfaat terhadap mobilitas masyarakat dan kegiatan perekonomian desa.
Perbaikan Jembatan Sungai Nibung pada akhirnya bukan hanya soal mengganti material kayu yang rusak. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung aktivitas masyarakat, membuka akses antarwilayah, dan mendukung pergerakan ekonomi lokal.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan pemerintah, Polri, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga infrastruktur tersebut agar tetap aman, berfungsi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Ulu Talo.
Pewarta: Marzuki
Editor: WINews
0 Komentar