Palu, WINews – Universitas Tadulako (Untad) menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Periode ke-138 Tahun 2026 di Auditorium Untad, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 1.018 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang turut dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
Prosesi wisuda diawali dengan pembukaan sidang oleh Ketua Senat Universitas Tadulako, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si. Selanjutnya, para lulusan dari berbagai program studi dikukuhkan dalam sidang senat terbuka yang menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Dalam pesan almamaternya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui berbagai tantangan akademik.
Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan penghargaan atas perjuangan, kerja keras, dan ketekunan para mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini tersimpan begitu banyak cerita perjuangan, mulai dari proses belajar, penelitian, menghadapi ujian hingga berbagai tantangan yang berhasil dilewati. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua serta keluarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga memaparkan berbagai upaya Untad dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa Untad terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari program smart farming, hidroponik, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kopi, padi lokal, nilam, anggur, dan hortikultura.
Selain itu, Untad juga aktif mendukung program swasembada pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta perguruan tinggi lainnya, termasuk pelaksanaan KKN kolaborasi bertema ketahanan pangan di Kabupaten Donggala.
Kehadiran Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menjadi salah satu momen istimewa dalam wisuda kali ini. Dalam orasi ilmiahnya, Amran memberikan motivasi kepada para lulusan agar memiliki pola pikir yang kuat, berani menghadapi tantangan, dan tidak takut gagal dalam meraih cita-cita.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh asal kampus, latar belakang keluarga, maupun kondisi ekonomi seseorang. Menurutnya, keberhasilan ditentukan oleh kemauan untuk berubah, bekerja keras, dan terus belajar.
“Sukses tidak mengenal kampus, tidak mengenal keturunan siapa, tidak mengenal anak siapa. Sukses ada di tangan Anda sendiri,” tegasnya di hadapan para wisudawan.
Menteri Pertanian juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk menciptakan peluang usaha dan inovasi baru.
“Jangan menjadi job seeker atau pencari kerja. Jadilah pencipta lapangan kerja. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani mengambil peluang dan menciptakan solusi,” ujarnya.
Amran menilai salah satu tantangan terbesar lulusan perguruan tinggi saat ini adalah keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Karena itu, ia mendorong para wisudawan untuk memiliki keyakinan yang kuat terhadap masa depan serta berani keluar dari zona nyaman.
Ia juga mencontohkan sejumlah tokoh dunia yang berhasil meskipun pernah mengalami kegagalan dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan proses yang harus dilalui untuk mencapai keberhasilan.
“Kalau mau sukses, harus siap menghadapi kegagalan. Fondasi kesuksesan adalah perjuangan, proses, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi tantangan,” katanya.
Dalam orasinya, Amran turut menyoroti pentingnya perubahan pola pikir generasi muda. Ia mengajak para lulusan untuk meninggalkan kebiasaan mencari alasan dan mulai fokus pada tindakan nyata, kerja keras, kerja cerdas, serta produktivitas.
Selain itu, ia berpesan agar para wisudawan senantiasa menghormati dan menjaga hati kedua orang tua. Menurutnya, restu orang tua merupakan salah satu faktor penting yang mengiringi perjalanan seseorang menuju kesuksesan.
“Jangan pernah menyakiti hati ibu dan bapak. Mintalah restu mereka sebelum memulai perjalanan baru. Doa dan ridha orang tua adalah kekuatan besar dalam meraih masa depan,” pesannya.
Wisuda Periode ke-138 ini menjadi momentum penting bagi Universitas Tadulako yang tahun ini memasuki usia ke-45 tahun. Kehadiran Menteri Pertanian RI dalam prosesi wisuda turut memperkuat semangat Untad untuk terus menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Dengan bertambahnya 1.018 lulusan baru, Universitas Tadulako berharap para alumni dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Pewarta: Junaidi


0 Komentar