Breaking News

Audio Reader
Speed:

Pemdes Makam Gelar Karnaval HUT RI ke-81, 19 Tumpeng Merah Putih Jadi Simbol Kreativitas Warga



PURBALINGGA, WINews - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Pemerintah Desa (Pemdes) Makam menggelar karnaval dan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai unsur, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Balai Desa Makam tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi warga untuk memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

Peserta karnaval berasal dari sejumlah RT di wilayah Desa Makam. Tidak hanya orang dewasa, kegiatan juga melibatkan anak-anak sekolah mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menanamkan nilai nasionalisme sejak dini. Peringatan HUT RI tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan makna persatuan, gotong royong, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Tokoh Masyarakat

Kegiatan karnaval turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rembang, Camat Rembang, Danramil, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, serta masyarakat Desa Makam.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Kepala Desa Makam, Siswo Edi Karyono, S.H., menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya berbagai kegiatan masyarakat yang dikemas dengan nuansa hiburan, budaya, kreativitas, sekaligus edukasi sosial.

19 Tumpeng Merah Putih Ramaikan Perlombaan

Selain karnaval, masyarakat Desa Makam juga mengikuti sejumlah perlombaan. Di antaranya lomba tari kreasi dan lomba tumpeng Merah Putih.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba tumpeng Merah Putih yang diikuti dengan 19 tumpeng. Setiap peserta menampilkan kreativitas masing-masing melalui bentuk, susunan, serta dekorasi makanan yang menggambarkan semangat merah putih.

Tradisi tumpeng dalam kegiatan masyarakat juga memiliki nilai kebersamaan. Proses pembuatannya dapat melibatkan banyak orang, mulai dari persiapan bahan, memasak, menghias, hingga menyajikan hasil karya.

Karena itu, lomba tumpeng bukan hanya persoalan memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kerja sama dan kreativitas warga.

Karnaval Jadi Ruang Silaturahmi Warga

Kemeriahan karnaval HUT RI di Desa Makam menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan masih memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat desa.

Berbagai kelompok masyarakat dapat berkumpul dalam satu kegiatan tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Anak-anak, orang tua, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan kecamatan ikut mengambil bagian dalam suasana perayaan.

Kegiatan semacam ini juga dapat menjadi sarana membangun komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Interaksi yang berlangsung secara langsung memungkinkan terciptanya suasana yang lebih dekat, terbuka, dan harmonis.

Bagi masyarakat, momentum HUT Kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa semangat pembangunan desa membutuhkan partisipasi bersama.

Kades Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Kepala Desa Makam Siswo Edi Karyono, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam karnaval dan berbagai perlombaan.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari dukungan serta kebersamaan seluruh warga Desa Makam.

Semangat tersebut diharapkan terus dipertahankan, tidak hanya ketika memperingati HUT Kemerdekaan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan di desa.

Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Makam pada akhirnya bukan sekadar menghadirkan kemeriahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat budaya gotong royong, menumbuhkan kreativitas masyarakat, serta menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.

Dengan kebersamaan yang terjaga, masyarakat diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan desa yang harmonis, produktif, dan terus berkembang.

Pewarta: Sokim

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close