
PONOROGO, WINews - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu kuat di Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Sekitar 800 warga memadati Lapangan Desa Bungkal, Dukuh Sembung, Rabu (19/8/2026) sore, untuk menyaksikan gelaran Pentas Kesenian Reog Obyok se-Kecamatan Bungkal.
Bukan sekadar pertunjukan seni, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya Ponorogo.
Empat Penjuru Meriahkan Arak-Arakan Reog
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan arak-arakan kolosal. Puluhan dadak merak dan jathil diberangkatkan secara serentak dari empat penjuru Kecamatan Bungkal.
Dari arah timur, rombongan mengambil titik awal di depan Rumah Kepala Desa Belang. Dari arah barat, rombongan diberangkatkan dari Kantor Kecamatan Bungkal. Sementara dari selatan, peserta bergerak dari kawasan SDN Kalisat dan dari arah utara dimulai dari depan Balai Desa Bungkal.
Keempat rombongan kemudian bergerak menuju satu titik dan bertemu di Lapangan Desa Bungkal sekitar pukul 15.00 WIB. Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena masyarakat dapat menyaksikan langsung kemeriahan Reog Obyok sebelum pertunjukan utama berlangsung.

Atraksi Paguyuban Reog Memukau Penonton
Pementasan utama dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Secara bergantian, paguyuban seni Reog dari berbagai desa di Kecamatan Bungkal menampilkan atraksi terbaik mereka.
Suara kendang dan gamelan berpadu dengan atraksi para warok dan jathil, menciptakan suasana khas pertunjukan Reog yang mampu menarik perhatian warga dari berbagai kalangan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Lapangan Desa Bungkal dipenuhi warga yang ingin menyaksikan secara langsung kesenian tradisional tersebut dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bungkal, di antaranya Camat Bungkal Wasis, A.P., M.Si., Kapolsek Bungkal AKP Ichwanul Huda, S.H., Danramil Bungkal Kapten Cpl. Agus Suprapto, S.Sos., Plt. Sekcam Bungkal Imam Purnomo Adi, S.Sos., M.M., para kepala desa, seniman dan budayawan Reog Ponorogo, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.

Reog Obyok Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Camat Bungkal Wasis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional sekaligus memperkuat kebersamaan dalam momentum HUT Kemerdekaan RI.
Menurutnya, Reog Obyok bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian penting dari upaya mempertahankan identitas budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Kegiatan Reog Obyok ini adalah warisan budaya asli Ponorogo yang harus terus kita lestarikan. Selain memeriahkan HUT RI ke-81, ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-paguyuban dan masyarakat. Alhamdulillah semua berjalan aman dan kondusif,” ujar Wasis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh paguyuban seni Reog se-Kecamatan Bungkal, jajaran Forkopimcam, para kepala desa, seniman, serta masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi ikhtiar kita untuk nguri-uri kebudayaan. Reog Ponorogo sudah mendunia dan telah mendapatkan pengakuan UNESCO. Karena itu, tugas kita di tingkat kecamatan adalah menjaga agar kesenian ini tetap hidup di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Momentum Memperkuat Persatuan MasyarakatWasis menilai konsep arak-arakan dari empat penjuru juga memiliki pesan simbolis mengenai kebersamaan masyarakat Kecamatan Bungkal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menggambarkan semangat membangun wilayah secara bersama-sama dengan tetap menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan masyarakat.
“Dengan arak-arakan dari empat penjuru, kita ingin menunjukkan bahwa pembangunan di Bungkal ini merata, kebudayaan kita kuat, dan persatuan kita kokoh, se-kokoh semangat kemerdekaan ke-81 ini,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial di Kecamatan Bungkal.
“Mari kita terus bersinergi membangun Bungkal yang berbudaya dan berdaya saing,” pungkasnya.

Pengamanan Berjalan Kondusif
Selain kemeriahan pertunjukan, aspek keamanan menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung. Pengamanan dilakukan secara gabungan oleh personel Polsek Bungkal dan Koramil Bungkal.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pentas Reog Obyok tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perayaan HUT RI dapat menjadi ruang untuk mempertemukan hiburan rakyat, pelestarian budaya, ekonomi kreatif, dan semangat persatuan masyarakat di tingkat lokal.
Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: WINews
0 Komentar