Breaking News

Audio Reader
Speed:

Bendungan Way Belu Jebol, Pemkab Tanggamus Turunkan Ekskavator ke Tiga Titik untuk Percepat Penanganan





TANGGAMUS, WINews - Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak melakukan penanganan terhadap jebolnya Bendungan Way Belu yang berdampak pada wilayah Pekon Negara Batin, Pekon Belu, dan Pekon Kanyangan, Kecamatan Kota Agung Barat.

Langkah penanganan dilakukan setelah jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama instansi terkait meninjau langsung kondisi di lapangan pada 23 September 2026. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pengendali aliran air yang mengalami kerusakan dan berpotensi mengganggu aktivitas serta keamanan masyarakat di wilayah terdampak.

Tokoh masyarakat sekaligus Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB, SE, yang juga Ketua APDESI Kabupaten Tanggamus dan Wakil Panglima Pahgito Alam, bersama Kepala Pekon Belu Jonli serta Kepala Pekon Kanyangan Syafei, SE, menyampaikan apresiasi atas respons Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Sekda Tanggamus Turun Langsung ke Lokasi

Peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Mereka antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Ir. Suaidi, M.M.; Camat Kota Agung Barat Sarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si.; Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tanggamus Jon Novri, S.STP., M.IP.; serta jajaran BPBD dan instansi terkait.

Kehadiran pemerintah daerah tidak hanya sebatas melihat kondisi kerusakan. Setelah memperoleh gambaran kondisi lapangan, pemerintah daerah memerintahkan pengerahan alat berat ekskavator ke tiga titik.

Alat berat tersebut digunakan untuk membantu penanganan darurat, antara lain menutup bagian bendungan yang mengalami jebol, melakukan pengerukan pada aliran sungai, serta memperlancar saluran air.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan aliran air sekaligus mempercepat penanganan pada bagian infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Ekskavator Mulai Bekerja di Tiga Titik

Setelah instruksi penanganan dikeluarkan, alat berat ekskavator mulai bekerja di lokasi.

Pengerahan alat berat menjadi salah satu langkah teknis yang dilakukan untuk membuka dan memperbaiki jalur aliran air serta menangani bagian yang mengalami kerusakan. Pekerjaan lapangan juga terus dipantau oleh masyarakat dari tiga pekon yang terdampak.

Dalam situasi penanganan bencana atau kerusakan infrastruktur akibat aliran air, percepatan penanganan menjadi penting untuk mengurangi potensi gangguan lanjutan terhadap lingkungan sekitar dan aktivitas warga.

Karena itu, selain pekerjaan menggunakan alat berat, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dinas teknis, pemerintah kecamatan, pemerintah pekon, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Tiga Pekon Terdampak Bersama-sama Memantau Penanganan

Jebolnya Bendungan Way Belu berdampak pada wilayah Pekon Negara Batin, Pekon Belu, dan Pekon Kanyangan.

Masyarakat dari ketiga pekon tersebut turut memantau pelaksanaan pekerjaan di lokasi. Mereka berharap proses penanganan dapat berjalan lancar sehingga kondisi aliran air kembali terkendali dan keamanan lingkungan permukiman dapat terjaga.

Pemerintah pekon juga menyampaikan bahwa masyarakat mendukung langkah pemerintah daerah dalam menangani kerusakan tersebut.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena warga merupakan pihak yang secara langsung mengetahui kondisi lingkungan dan perkembangan situasi di sekitar lokasi terdampak.

Kepala Pekon Sampaikan Apresiasi kepada Pemkab Tanggamus

Atas nama masyarakat tiga pekon, Mirza YB, SE, Jonli, dan Syafei, SE, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang telah datang langsung ke lokasi.

“Kami mewakili seluruh masyarakat Pekon Negara Batin, Pekon Belu, dan Pekon Kanyangan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Ir. Suaidi, M.M., beserta seluruh rombongan.”

Menurut mereka, kehadiran jajaran pemerintah daerah di lapangan menunjukkan adanya respons langsung terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Alhamdulillah, Bapak Sekda, Bapak Camat, dan Bapak Plt. Kadis PU turun langsung meninjau ke lokasi bencana. Bapak tidak hanya datang melihat keadaan kami, tetapi segera memerintahkan penurunan alat berat ekskavator ke tiga titik untuk mengatasi jebolnya Bendungan Way Belu ini.”

Masyarakat berharap pekerjaan penanganan dapat diselesaikan dengan baik dan kondisi lingkungan segera kembali aman.

“Kami merasa sangat diperhatikan dan dihargai. Terima kasih Pemda Tanggamus. Semoga pekerjaan perbaikan ini berjalan lancar, selesai dengan baik, dan kami semua kembali hidup aman serta tenang di tempat tinggal kami.”

Penanganan Tidak Berhenti pada Respons Darurat

Penanganan kerusakan Bendungan Way Belu tidak hanya membutuhkan pekerjaan darurat di lapangan. Setelah kondisi aliran air terkendali, evaluasi terhadap struktur bendungan, kondisi saluran, kapasitas aliran, serta faktor penyebab kerusakan menjadi penting untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

Pemerintah daerah dan instansi teknis perlu memastikan pekerjaan yang dilakukan di lapangan sesuai dengan kondisi teknis dan kebutuhan wilayah. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat bagian lain yang membutuhkan penguatan atau perbaikan.

Bagi masyarakat, kepastian mengenai perkembangan penanganan juga penting. Informasi mengenai progres pekerjaan, kondisi aliran air, serta langkah mitigasi dapat membantu warga memahami situasi dan melakukan kewaspadaan apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.

Harapan Warga: Infrastruktur Kembali Aman

Saat alat berat mulai bekerja, perhatian masyarakat kini tertuju pada percepatan penyelesaian penanganan Bendungan Way Belu.

Warga berharap perbaikan tidak hanya mampu mengatasi kondisi darurat, tetapi juga memberikan keamanan dan fungsi infrastruktur yang lebih baik dalam menghadapi potensi aliran air ke depan.

Pemerintah pekon bersama masyarakat dari Pekon Negara Batin, Pekon Belu, dan Pekon Kanyangan terus memantau perkembangan pekerjaan.

Respons cepat pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan proses penanganan berjalan secara terukur dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hingga laporan ini disusun, alat berat ekskavator telah bekerja di lokasi penanganan Bendungan Way Belu pada sejumlah titik yang ditentukan untuk memperbaiki bagian yang jebol dan memperlancar aliran air.

Masyarakat berharap pekerjaan tersebut berjalan lancar sehingga kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman.

WINews - Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

Pewarta: Yusi Hasan

TANGGAMUS, 23 September 2026

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close