Breaking News

Audio Reader
Speed:

Dugaan Pencurian Sawit Picu Kericuhan di Aek Pala Labuhanbatu, Polisi Turun Amankan Lokasi


LABUHANBATU, WINews TV - Dugaan pencurian buah kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Rantauprapat berujung kericuhan antara petugas keamanan perkebunan dengan sejumlah warga di kawasan Dusun Aek Pala, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu, 16 September 2026.

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian aparat kepolisian. Satu tim dari Polres Labuhanbatu bersama petugas pengamanan perkebunan dan personel BKO disebut turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi serta melakukan pengamanan terkait laporan dugaan pencurian buah sawit.

Selain persoalan dugaan pengambilan buah sawit, dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan terjadi kerusakan terhadap satu unit sepeda motor Supra yang disebut milik salah seorang petugas keamanan perkebunan.

Kericuhan Terjadi di Sekitar Perkebunan

Informasi mengenai kejadian tersebut diperoleh wartawan WINews TV ketika melintas di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di sekitar Simpang Dusun Aek Pala, pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB.

Di lokasi terlihat kendaraan Polres Labuhanbatu terparkir di pinggir jalan. Sejumlah personel kepolisian tampak melakukan pengamanan di tengah situasi yang sempat memanas.

Berdasarkan keterangan salah seorang petugas keamanan berinisial SL, sebelumnya terjadi dugaan pencurian buah sawit di area perkebunan sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangannya, dugaan pengambilan buah sawit tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Petugas keamanan kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan buah sawit yang diduga diambil tanpa izin.

Namun, menurut SL, situasi kemudian berkembang menjadi perselisihan. Ia menyebut sejumlah orang datang ke lokasi setelah salah seorang yang diduga terlibat dalam pengambilan buah sawit memanggil rekan-rekannya.

“Kami melihat ada beberapa tros buah sawit yang diambil. Ketika kami hendak mengamankan buah tersebut, terjadi perdebatan. Tidak lama kemudian datang sejumlah orang,” ujar SL kepada wartawan.

SL menyebut jumlah petugas keamanan yang berada di lokasi sekitar 10 orang, sedangkan warga yang datang kemudian diperkirakan sekitar 30 orang.

Perkiraan jumlah tersebut merupakan keterangan narasumber dan belum diperoleh verifikasi independen mengenai jumlah pasti orang yang berada di lokasi.

Polisi dan Petugas Pengamanan Turun ke Lokasi

Situasi tersebut kemudian mendapat penanganan aparat kepolisian. Tim Polres Labuhanbatu bersama unsur pengamanan perkebunan dan personel BKO disebut turun ke lokasi untuk mencegah kericuhan berkembang lebih jauh.

Kehadiran aparat dilakukan dalam rangka pengamanan sekaligus menindaklanjuti informasi mengenai dugaan pencurian buah sawit serta laporan adanya tindakan kekerasan dan kerusakan kendaraan.

Dalam konteks pengamanan perkebunan, penanganan situasi semacam ini menjadi penting karena menyangkut keamanan pekerja, masyarakat sekitar, sekaligus perlindungan aset perusahaan.

Meski demikian, seluruh dugaan mengenai pencurian, kekerasan, maupun perusakan kendaraan tetap membutuhkan proses pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Kepala Desa Janji Belum Memberikan Keterangan

Wartawan WINews TV kemudian berupaya meminta keterangan kepada Kepala Desa Janji, Nazir Hasibuan, ST, terkait dugaan pencurian buah sawit yang disebut melibatkan warga Desa Janji.

Namun, yang bersangkutan belum bersedia memberikan keterangan atau diwawancarai mengenai peristiwa tersebut.

Dengan demikian, sampai berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Janji mengenai kronologi kejadian maupun posisi pemerintah desa terhadap dugaan keterlibatan warga dalam peristiwa tersebut.

Manajemen PTPN IV Regional 1 Benarkan Adanya Kejadian

Pada Kamis, 17 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, wartawan WINews TV mendatangi kantor besar PTPN IV Regional 1 Rantauprapat untuk meminta konfirmasi langsung kepada manajemen terkait kericuhan antara petugas keamanan dan warga.

Manajer dan Asisten Kepala Pengamanan (Askep) saat itu disebut sedang mengikuti rapat sehingga belum dapat memberikan keterangan secara langsung.

Wartawan kemudian diterima oleh ajudan manajer yang menyampaikan bahwa kejadian tersebut memang terjadi.

Menurut keterangan pihak manajemen yang disampaikan melalui ajudan manajer, dugaan pencurian buah sawit di kawasan perkebunan tersebut disebut telah terjadi berulang kali.

Pihak manajemen juga membenarkan adanya laporan mengenai tindakan kekerasan terhadap petugas keamanan dan personel BKO serta kerusakan terhadap satu unit sepeda motor Supra milik petugas keamanan berinisial SL.

Namun, rincian mengenai identitas pihak yang diduga melakukan pencurian maupun pihak yang diduga melakukan kekerasan belum disampaikan secara resmi kepada wartawan.

Penegakan Hukum dan Perlindungan Aset Menjadi Perhatian

Peristiwa di Dusun Aek Pala tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan perkebunan tidak hanya berkaitan dengan potensi kehilangan hasil produksi, tetapi juga menyangkut hubungan antara perusahaan, petugas keamanan, dan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

Sebagai aset perusahaan perkebunan negara, hasil produksi kelapa sawit merupakan bagian dari kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, setiap dugaan pengambilan hasil perkebunan tanpa hak perlu ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Di sisi lain, setiap tindakan pengamanan di lapangan juga perlu dilakukan secara terukur agar tidak berkembang menjadi konflik horizontal antara petugas dan masyarakat.

Aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap seluruh pihak yang terkait, termasuk memeriksa saksi, mengidentifikasi kerusakan kendaraan, mendokumentasikan lokasi kejadian, serta menelusuri bukti lain apabila perkara tersebut berlanjut ke proses hukum.

Menunggu Keterangan Resmi Aparat

Hingga berita ini diterbitkan, WINews TV belum memperoleh keterangan resmi dari Polres Labuhanbatu mengenai status hukum pihak-pihak yang diamankan ataupun kemungkinan adanya penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Demikian pula, belum diperoleh informasi resmi mengenai nilai kerugian akibat dugaan pengambilan buah sawit maupun kerusakan kendaraan.

WINews TV tetap membuka ruang bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab sesuai prinsip jurnalistik.

Perkembangan penanganan perkara tersebut akan menjadi perhatian lebih lanjut, terutama terkait hasil penyelidikan aparat mengenai dugaan pencurian, dugaan kekerasan terhadap petugas keamanan, serta kerusakan kendaraan yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Pewarta: DR. Rangkuti


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close