Breaking News

Audio Reader
Speed:

Kontrol Sosial di Lokasi Irigasi Tinggarjaya: Pekerjaan Berjalan, Kepatuhan K3 dan Pengawasan Lapangan Perlu Diperkuat



Cilacap, WINews TV - (22 September 2026) Pembangunan Saluran Irigasi RPJIT Kelompok Maju Tani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menjadi perhatian dalam kegiatan kontrol sosial yang dilakukan awak WINews TV pada Selasa (22/9/2026).

Sekitar pukul 10.00 WIB, awak media Marjuki Wiyono bersama Mas Heri melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan pekerjaan di lokasi. Secara umum, aktivitas pembangunan terlihat masih berlangsung. Namun, dalam pemantauan tersebut ditemukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dinilai perlu segera mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait.

Sejumlah pekerja yang berada di lokasi terlihat belum menggunakan perlengkapan pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti helm keselamatan, rompi, sarung tangan, dan sepatu pelindung.

Kondisi tersebut kemudian dikonfirmasi secara langsung kepada pekerja di lapangan. Awak media menanyakan mengenai ketersediaan dan penggunaan perlengkapan keselamatan kerja, termasuk apakah APD telah disediakan oleh pihak pelaksana, pemborong, maupun mandor.

Dari keterangan yang disampaikan di lokasi, penggunaan APD belum sepenuhnya berjalan sebagaimana yang diharapkan. Temuan tersebut menjadi catatan penting karena pekerjaan konstruksi, termasuk pembangunan jaringan irigasi, memiliki potensi risiko keselamatan apabila prosedur K3 tidak diterapkan secara konsisten.

K3 Bukan Sekadar Kelengkapan Administrasi

Keselamatan pekerja seharusnya menjadi bagian integral dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Penggunaan APD bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan pekerjaan, tetapi juga merupakan langkah pencegahan terhadap risiko kecelakaan di lapangan.

Karena itu, ketersediaan perlengkapan keselamatan perlu diikuti dengan pengawasan dan penerapan secara nyata. Pekerja juga perlu mendapatkan arahan mengenai cara penggunaan APD yang tepat sesuai jenis pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja.

Dalam konteks pembangunan Saluran Irigasi RPJIT Kelompok Maju Tani, perhatian terhadap K3 menjadi semakin penting karena pekerjaan dilakukan di lingkungan konstruksi yang melibatkan aktivitas fisik, material bangunan, peralatan kerja, serta kondisi medan yang dapat berubah selama proses pembangunan.

Temuan di lapangan tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan mengenai keseluruhan pelaksanaan proyek. Namun, kondisi yang terlihat saat pemantauan layak menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi pelaksana serta pihak yang memiliki fungsi pengawasan.

Pengawasan dan Koordinasi Perlu Diperkuat

Selain aspek keselamatan kerja, pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga menjadi bagian penting dari kontrol sosial.

WINews TV memandang bahwa pelaksanaan pembangunan perlu terus dipantau agar pekerjaan berjalan sesuai dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, gambar kerja, volume, mutu material, serta ketentuan lain yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.

Koordinasi antara pelaksana pekerjaan, mandor, konsultan pengawas, instansi terkait, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat penerima manfaat juga diperlukan agar setiap persoalan di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti.

Pengawasan publik pada prinsipnya bukan bertujuan untuk mencari kesalahan. Kontrol sosial justru dapat menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan yang menggunakan sumber daya publik memberikan manfaat secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, persoalan tersebut sebaiknya segera disampaikan kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan berdasarkan fakta di lapangan serta ketentuan kontrak dan teknis yang berlaku.

WINews TV Dorong Pekerjaan Berkualitas dan Aman

WINews TV melalui kegiatan kontrol sosial akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pembangunan tersebut, terutama dari sisi pelaksanaan pekerjaan, keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta manfaatnya bagi masyarakat petani.

Pemantauan dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan fungsi kontrol media agar pembangunan infrastruktur benar-benar menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan secara baik, aman, dan berkelanjutan.

Untuk itu, pihak pelaksana, mandor, dan pemborong diharapkan memastikan seluruh perlengkapan keselamatan kerja tersedia dan digunakan secara benar oleh pekerja.

Sementara itu, pihak dinas dan konsultan yang memiliki kewenangan pengawasan diharapkan dapat meningkatkan monitoring secara berkala dan melakukan koordinasi langsung apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perbaikan.

Bagi pemerintah desa dan kelompok tani, keterlibatan dalam komunikasi serta pemantauan perkembangan pekerjaan juga penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat pengguna irigasi dapat tersampaikan dengan baik.

Infrastruktur Irigasi Harus Memberikan Manfaat Jangka Panjang

Pembangunan saluran irigasi memiliki arti penting bagi masyarakat pertanian karena keberadaan jaringan pengairan berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan budidaya dan produktivitas lahan.

Karena itu, kualitas hasil pekerjaan tidak hanya dinilai dari selesainya pembangunan secara fisik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu berfungsi sebagaimana tujuan pembangunannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Kontrol sosial di lokasi pembangunan Saluran Irigasi RPJIT Kelompok Maju Tani menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh progres pekerjaan, tetapi juga oleh kualitas, keselamatan, kepatuhan terhadap spesifikasi, serta pengawasan yang berjalan secara konsisten.

WINews TV berharap catatan dari lapangan ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi seluruh pihak agar aspek K3 segera diperhatikan, koordinasi diperkuat, dan pelaksanaan pembangunan terus berjalan sesuai ketentuan hingga selesai.

Pewarta: Marjuki Wiyono

WINews TV

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close