SELUMA, WINews - Pembangunan Masjid Al-Ikhlas di Desa Suka Maju, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama, Selasa (1/9/2026).
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, di lokasi pembangunan masjid. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Suka Maju dalam mewujudkan sarana ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
Peletakan batu pertama turut dihadiri perwakilan Camat Air Periukan, Kapolsek Sukaraja, Danramil Air Periukan, perwakilan Baznas Seluma, sejumlah anggota DPRD dari daerah pemilihan Sukaraja, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat setempat.
Wakil Bupati Apresiasi Semangat Panitia Pembangunan Masjid
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seluma Drs. H. Gustianto menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan Masjid Al-Ikhlas dan masyarakat Desa Suka Maju yang tetap menunjukkan semangat membangun sarana ibadah di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Menurutnya, pembangunan masjid bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Seluma mengapresiasi panitia pembangunan Masjid Suka Maju. Di tengah efisiensi anggaran, panitia tetap memiliki semangat dan kesiapan untuk membangun masjid ini,” ujar Gustianto.
Ia berharap pembangunan Masjid Al-Ikhlas dapat berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Penguatan Nilai Agama Dinilai Penting bagi Generasi Muda
Selain berbicara mengenai pembangunan masjid, Wakil Bupati Seluma juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menyebut adanya perubahan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk meningkatnya persoalan perceraian dan pernikahan usia dini.
Menurut Gustianto, kondisi tersebut perlu disikapi melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan keluarga, serta penanaman nilai-nilai agama sejak usia dini.
Ia menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan lingkungan masyarakat.
“Sebagai orang tua, kita tidak boleh diam dalam menghadapi persoalan ini. Pembangunan mental dan akhlak anak-anak harus ditanamkan sejak dini agar mereka memiliki pegangan dan tidak mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Masjid Diharapkan Menjadi Pusat Pembinaan Masyarakat
Keberadaan Masjid Al-Ikhlas nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat pembinaan keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat Desa Suka Maju.
Masjid dapat menjadi ruang untuk kegiatan pendidikan keagamaan anak-anak, pengajian, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, hingga mempererat silaturahmi antarwarga.
Pembangunan fasilitas keagamaan seperti ini juga dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Lingkungan yang aktif dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi salah satu ruang positif bagi anak dan remaja untuk memperoleh pendidikan moral serta membangun karakter.
Karena itu, pembangunan Masjid Al-Ikhlas diharapkan mendapat dukungan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya sampai tahap pembangunan fisik selesai, tetapi juga dalam menjaga kemakmuran masjid setelah dapat digunakan.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pembangunan
Semangat masyarakat dalam mendukung pembangunan masjid menunjukkan pentingnya gotong royong dalam pembangunan di tingkat desa.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta masyarakat menjadi modal penting agar pembangunan dapat terlaksana sesuai harapan.
Dengan adanya Masjid Al-Ikhlas, masyarakat Desa Suka Maju diharapkan memiliki fasilitas ibadah yang lebih representatif sekaligus ruang bersama untuk memperkuat hubungan sosial dan pembinaan generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Seluma juga diharapkan terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, pendidikan karakter, kehidupan sosial, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Pewarta: Marzuki | WINews TV
Audio Reader
Speed:

0 Komentar